Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

5.7.17

Saudara Tapi Tak Sedarah

5.7.17 Posted by Agnes Devita , , , , 16 comments
Pernah nggak kalian menganggap teman-teman dekat kalian seperti saudara?
Mungkin awalnya nggak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa mereka hadir di hidup kita dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Mereka tau kebiasaan, makanan atau minuman favorit, bahkan aib-aib kita pun mereka tau, sudah seperti keluarga :) .
 Salah satu kebahagiaan tersendiri karena mereka tercipta untuk ditakdirkan menjadi teman baik yang selalu mensupport, menasihati, mengerti, dan memahami apapun keadaan kita. Saya ingin sedikit menceritakan bagaimana saya bisa bertemu dengan mereka, para pejuang yang hebat dan tangguh, salah satu bagian dari saudara tapi tak sedarah di hidup saya. 
(Mei akhir di tahun 2015)
Salah seorang teman saya sewaktu SMK menawarkan sebuah kesempatan yang berharga untuk dilewatkan, yaitu menjadi salah satu bagian dari keluarga Kampoeng Sinaoe (KS).Awal-awal di KS saya merasa nggak kenal siapa-siapa (yaiyalah), selain dua orang. Yaitu, teman saya dan guru saya (Founder KS). Disana saya membantu untuk mengurus administrasi, dan beruntungnya , saya juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan belajar disana. Padahal, dulu waktu jaman SMK saya memang pengin banget belajar disana, tapi memang niatnya belum 100% hehe, nggak ada teman untuk pergi kesana karena memang jaraknya cukup jauh dari rumah. 
Di Kampoeng Sinaoe, saya melewati momen-momen yang bisa dibilang priceless. Apalagi kegiatan rutinan seperti Belajar ke tempat-tempat bersejarah, liburan sambil belajar di alam bebas, dan kegiatan kerohanian (ini favorit dan selalu saya tunggu tiap tahunnya), yaitu di bulan Ramadhan ada kegiatan Maleman di Malam Lailatul Qodar, dan Halal bi Halal pada hari raya Idulfitri .
Salah satu momen menarik di tahun ini bersama KS adalah Halal bi Halal, ya, ini menjadi pertama kali Halal bi Halal bersama mereka. Dan sekali lagi, ini menjadi agenda favorit di KS yang saya tunggu. Pada tahun itu Idulfitri jatuh pada bulan Juli, saya bergabung pada Mei akhir.  Bagi saya, itu waktu yang sangat singkat untuk mengenal mereka satu persatu dan menjadi akrab setelahnya. Jadilah di hari itu, hari yang nggak pernah kebayang, Halal bi Halal bersama orang-orang yang belum akrab, bahkan mau ngobrol pun bingung karena belum  tau alur cerita mereka. (alasan aja emang) :D. Akhirnya, sampai tujuan rumah terakhir kita bersilaturahmi, saya dapat cair bersama suasana yang ada (ngelakuinnnya agak berat) hehe.
 
with KS 2015
Halal bi Halal with KS tahun 2015. Coba tebak saya yang mana?
Clue: yang paling polos xD


(2016)
Alhamdulillah tahun ini, saya belajar tentang banyak hal. Dari yang namanya sopan santun, bersikap jujur,bertanggung jawab dalam melakukan hal, mandiri, ketangguhan serta istiqomah (terus menerus tanpa putus) dalam belajar. Beberapa hal tersebut ada di diri mereka, yang awalnya ditularkan dari dua orang yang kompak, sepasang suami istri yang berani “melawan arus” dan menurut saya sangat antimainstream. Hehe. Mereka (red: saudara KS) memberi banyak pelajaran tentang bagaimana menjalin hubungan sosial yang baik, terutama tentang kehidupan. Apalagi yang namanya “tangguh”, ini bener-bener di luar dugaan saya, karena selama di KS, saya belajar dari jam 8 sampai 10 malam. :D hehehe. Bukan main kan, ini pengalaman yang seru dan menegangkan karena dengan jarak dari KS ke rumah membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit (kalau pulang) karena nggak macet, kalau berangkat bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. :D

Jika tahun kemarin saya masih malu-malu, hehe. Tahun 2016 ini saya senang bisa membaur dengan mereka, apalagi dikelilingi orang-orang dengan usia yang berbeda-beda pula. Disini, saya jadi punya mbak dan mas (panggilan untuk perempuan dan laki-laki yang lebih tua dalam bahasa jawa), dan tidak lupa juga bertambah pula adik-adik saya, karena saya masuk di kelas yang mayoritas mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA, sedangkan saya dan salah satu teman (ini berbeda dengan teman yang menawarkan saya di KS pertama kali) adalah yang paling “tua”.

Karena sudah bisa nyambung dengan mereka, Halal bi Halal yang kedua semakin seru, apalagi kali ini bertepatan dengan tanggal lahir saya, dan yang menghadiri juga lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Halal bi Halal with KS tahun 2016. Tebak lagi saya yang mana?
Sudah mulai kelihatan sifat aslinya xD


(2017)
Tahun ketiga bersama “saudara tak sedarah” saya kali ini tak kalah berkesan. Makin erat persaudaraannya, makin banyak hal-hal yang sudah dilewatkan bersama, makin 
“gila” juga (dalam hal baik). Hehe.

Ternyata, sudah lebih dari tiga tahun berada di KS, sebenarnya terasa masih sebentar, apalagi melihat kakak-kakak alumni yang “berjuang” lebih lama daripada saya, kalau dilihat ya saya masih secuil menghabiskan waktu disini. Karena memang suasanya yang tidak biasa, bisa didapatkan di KS ini.
Dengan berbagai agenda yang bermanfaat, saya bisa mengikuti bermacam-macam event dan bisa bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi. Baru-baru ini saya ikut berpartisipasi dalam acara sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, benar-benar sesuatu yang mengesankan untuk saya.

Tepat kali ketiga saya mengikuti Halal bi Halal bersama mereka, dan Alhamdulillah sekali makin banyak dari sebelumnya.
 
Halal bi Halal with KS tahun 2017. Tuh makin rame kan :)
coba tebak lagi saya yang mana? hehe

 Terimakasih untuk setiap memori yang pernah kalian berikan kepada saya, untuk Bapak dan Ibu yang sudah memberikan banyak sekali kesempatan untuk saya. Tempat ini sangat “bersejarah” bagi saya pribadi.

Kalian terlalu banyak, jadi agak susah untuk menyebutkan. hehehe.  Intinya, terimakasih semuanya <3.


PS: Kalian juga punya saudara tak sedarah juga? Yuk share cerita kamu di kolom komentar? :)
Reaksi:

16 komentar:

  1. waduh keren , mantap mbak semangat nulis nya

    BalasHapus
  2. Mereka tidak perlu dicari, mereka menjelma dalam diri kita.

    mba nya ini keren punya rasa persaudaraan yang tinggi. (langit kali)

    mau share juga cerita saya bareng sahabat atau yg kata mbak mah "saudara tak sedarah" :

    http://www.jejakumurku.com/2016/11/kebersamaan.html
    http://www.jejakumurku.com/2017/02/sodara-kembar-agung-fauzi.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali :) , sungguh berharga banget mereka hadir di hidup saya.
      Thank you sudah mampir ^^

      Hapus
  3. Malahan saya lebih akrab dengan sahabat ketimbang saudara sendiri mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi saudara sepupu yang udah lama nggak ketemu, ketemunya pas hari raya aja. xD
      btw, thanks sudah mampir ^^

      Hapus
  4. wihh inspiratif gan.. keep writing ^^

    BalasHapus
  5. Seneng banget punya sahabat yang ngerti kita

    BalasHapus
  6. Yah, betul sekali. Family is not about blood.

    BalasHapus
  7. Sayangi mereka. Sekarang susah loh nyari teman rasa keluarga. Adanya teman rasa pecundang. Hehehe

    BalasHapus
  8. Terkadang, , Kawan jadi Lawan, jangan lupakan itu . . . :-(

    BalasHapus
  9. nice Post, Saran : captionnya jangan terlalu panjang.

    BalasHapus
  10. mantap gan, memang saudara itu tidak perlu harus sedarah, semua bisa kita jadikan saudara. :)

    BalasHapus

thank you for your comment and reading this post :)