Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

7.9.13

H O P I N G

7.9.13 Posted by Agnes Devita , 1 comment
Berharap untuk sesuatu yang tak berujung dan nantinya kamu tau bahwa itu akan "sad ending", sudah tinggalin aja. Yang katanya tidak ada yang namanya "pemberi harapan palsu", hah aku tidak mengatakan itu benar atau tidak, yang jelas semua itu kembali pada individu dan kondisi.

Kalau kamu berharap karena doi suka perhatian sama kamu, contohnya ngingetin makan, ibadah, belajar atau mandi sekalipun. Sebelum itu kamu harus tau latar belakang doi dulu, sifat dia memang suka tebar pesona sama orang, memang suka perhatian sama orang atau nggak. 
Kalau iya, sebaiknya jauh jauh dari pikiran untuk ke hubungan atau apapun itu yang lebih lebih.

Kalau sifat doi suka perhatian "karena" dia baru putus atau bahasa gaulnya "galau", nah ini ada perasaan lega nya meskipun dikit.
Bagusnya, doi pengen move on dari mantan, jadi doi perhatian sama kamu biar jadi gebetan baru dan syukur syukur kamu dijadi-in pacar.
Buruknya, doi cuma pengen kamu jadi pelampiasan kekecewaannya aja dengan doi perhatian sama kamu terus kamu jadi suka terus ditinggal karena dia cuma pengen mempermainkan kamu aja.

Pernah suka dan berharap sama teman khususnya di sekolah ? ini problem yang "agak" rumit dikendalikan.
suka nya bukan karena suka biasa, suka karena teman teman lain pada ngerjain istilahnya "jodoh-jodoh-in", ya anak sekolah emang kebanyakan gitu, keliatan cowok sama cewek deket dikit aja udah main jodoh jodohin.
Nah, kalau jatuhnya sudah suka ini lumayan fatal juga kalau jadinya buruk.
singkatnya, yang dijodoh-jodohin itu makin dekat, khususnya yang cewek biasanya gini.
aku bilang "biasanya" bukan berarti "semua" nya gitu ya. 

Anggap saja, si cewek ini memang gampang suka sama si cowok.
yaa positifnya semoga si cowok ini semoga cepat cepat menyadarkan si cewek kalau semua itu hanya bercanda. maksudnya yang "di jodoh-jodohin" itu.
 negatifnya ini, kalau si cowok mengambil kesempatan dalam kebutaan "perasaan" si cewek. yang terus terusan kasih perhatian lebih yang tidak sewajarnya seperti teman. . . .  INI HARAP SI CEWEK CEPAT CEPAT SADAR BANGET.

eh lama kelamaan kok hubungan seperti itu agak nggak srek buat si cowok, dibilang HTS nggak, TTM juga nggak, apalagi pacaran. . . 
akhirnya lama lama si cewek juga sadar kalau semua itu cuma harapan yang tidak akan pernah terjadi, tapi namanya pernah suka apalagi cewek "kadang" masih susah move on.

si cowok ini sepertinya punya teman cewek baru, dan bodohnya dia cerita pada si cewek yang pernah di jodoh-jodoh-in sama dia, entah dengan maksud apa dia bercerita. 
untuk sharing atau rencana agar si cewek ini cepat cepat move on.

anehnya si cowok ini tidak begitu suka dengan teman cewek barunya ini, yaa si cewek senang dong karena masih ada kesempatan untuk dekat (lagi).
tak selang berapa hari, si cewek ini jadi penasaran sama mereka.
si cewek ini punya sifat kepo sekaliiiii, dia search semua account social media si temen cewek "si cowok" itu.
akhirnya si cewek ini sedih, karena mereka sudah "in a relationship" . . 
gimana nggak remuk itu hati ?

yaa singkat saja, akhirnya si cewek memutuskan untuk move on saja daripada sakit hatinya berkelanjutan.

pesan dari lil' story di atas,  sebaiknya jangan terlalu banyak berharap, jika hanya sakit yang kamu dapat.
untuk si cowoknya sih tidak seharusnya kamu bahagia karena sudah, sedang menyakiti orang lain. dan jangan sedih ketika mereka - mereka lebih bahagia dari kamu.


thank u for reading :)))) 


Reaksi:

1 komentar:

  1. gila, argumenmu bener semuaa. kudu intropeksi diri nig gw. duuuhhhh

    BalasHapus

thank you for your comment and reading this post :)