Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

13.9.13

Endless Suppositions (Pengandaian Tak Berujung)

13.9.13 Posted by Agnes Devita , No comments
Jika kamu adalah alasan setiap pagi aku terbangun, tapi mengapa kamu tidak pernah memberi ucapan selamat pagi meski singkat untuk ku.

Jika kamu adalah alasan yang selalu memberi ku semangat dalam hidup, tapi mengapa kamu tidak pernah ada untuk ku sekalipun.

Jika kamu adalah alasan mengapa aku menangis ketika kamu pergi, mengapa kamu tidak pernah menoleh dan menghampiri walau hanya sekedar mengusap air mataku.

Jika kamu adalah bagian dari apa yang sampai sekarang ini aku perjuangkan, mengapa kamu sama sekali tidak pernah mengizinkan ku untuk dekat dengan mu lebih jauh.

Jika kamu adalah sebagian diriku yang hilang, tapi mengapa kamu tidak pernah berusaha mencari dan menemukanku.

Jika kamu memang benar benar untuk ku, tapi mengapa masih saja kamu buat aku menangis, menunggu ketidak pastian hingga batas kurun waktu yang tidak ku mengerti, seakan waktu itu hanya menjadi rahasiamu yang tidak akan pernah kamu utarakan.

Jika kamu bukan untuk ku, tapi mengapa kamu seolah menahanku, tak ingin aku jauh darimu.

Aku tak pernah mengerti akan setiap perilaku mu yang semakin hari semakin tidak menentu.








-----

Jika aku harus memilih, lebih indah mana matahari terbit atau matahari terbenam. . . 
Aku memilih lebih indah senyum mu.

Jika aku harus memilih, lebih damai mana desa yang asri atau pemandangan di puncak gunung. . .
Aku memilih damai mendengar hela-an nafasmu

Jika aku harus memilih, lebih tajam mana mata elang atau mata singa. . .
Aku memilih tatapan matamu yang tajam ketika melihatku

Jika aku harus memilih, nyaman mana berada di tempat tidur atau di sofa yang empuk sekalipun. . .
Aku memilih bersandar di pundakmu

Jika aku harus memilih, sakit mana tertusuk duri mawar atau jatuh karena terpeleset. . .
Aku memilih sakit melihat air mata mu jatuh, apalagi air mata itu bukan untuk ku.

Andai semua kalimat diatas itu kamu tau, mungkin detik itu pun aku tidak tau lagi apa yang akan kamu lakukan.

(terserah dari sudut pandang mana orang melihat, menempatkan diri dan untuk siapa, posting ini bersifat netral)


- Inspired by @veanarvian
Reaksi:

0 Comment:

Posting Komentar

thank you for your comment and reading this post :)