Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

1.3.13

Mengais Masa Lalu

1.3.13 Posted by Agnes Devita , No comments
kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu
memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
seakan akan sosokmu nyata. . .

menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan
dalam kenangan kau seret aku perlahan. . .

menuju masa yang harusnya ku lupakan
hingga aku kelelahan
hingga aku sadar, bahwa aku sedang dipermainkan

inikah caramu menyakitiku ?
inikah caramu mencabik-cabik perasaanku ?
apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu ?
apa dengan menorehkan luka dihatiku. . .  berarti kemenangan bagimu

siapa aku dimatamu?
hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu

apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia ?
apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan ?
mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan ?

kapan kau ajari aku kebebasan?
ajari aku caranya melupakan
meniadakan segala kecemasan. . .
meniadakan segala kenangan. . .

nyatanya derai air mataku hanya disebabkan olehmu
ajari aku caranya melupakan
sehingga aku lupa caranya menangis
sehingga aku lupa caranya meratap. . .

karna aku slalu kenal air mata
aku hanya ingin tertawa
sehingga hati aku. . . mati rasa akan luka


Musikalisasi puisi by @dwitasaridwita
Reaksi:

0 Comment:

Posting Komentar

thank you for your comment and reading this post :)