Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

10.12.12

Surah Adz Dzariyat (Angin Yang Menerbangkan) (51)

10.12.12 Posted by Agnes Devita No comments

﴾ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحيمِ ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
﴿ وَ الذَّارِياتِ ذَرْواً﴾
1. Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya.
﴿ فَالْحامِلاتِ وِقْراً﴾
2. Demi awan yang mengandung hujan.
﴿ فَالْجارِياتِ يُسْراً﴾
3. Demi kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
﴿ فَالْمُقَسِّماتِ أَمْراً﴾
4. Demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan.
﴿ إِنَّما تُوعَدُونَ لَصادِقٌ﴾
5. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,
﴿ وَ إِنَّ الدِّينَ لَواقِعٌ﴾
6. dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.
﴿ وَ السَّماءِ ذاتِ الْحُبُكِ﴾
7. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,
﴿ إِنَّكُمْ لَفي‏ قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ﴾
8. sesungguhnya kamu benar-benar berbeda pendapat (tentang hari kiamat),
﴿ يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ﴾
9. dipalingkan darinya (rasul dan Al-Qur’an) orang yang berpaling (dari kebenaran).
﴿ قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ﴾
10. Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
﴿ ٱلَّذينَ هُمْ في‏ غَمْرَةٍ ساهُونَ﴾
11. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai.
﴿ يَسْئَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ﴾
12. Mereka bertanya, “Bilakah hari pembalasan itu?”
﴿ يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ﴾
13. (Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
﴿ ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هٰذَا الَّذي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ﴾
14. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dahulu kamu minta supaya disegerakan.”
﴿ إِنَّ الْمُتَّقينَ في‏ جَنَّاتٍ وَ عُيُونٍ﴾
15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,
﴿ آخِذينَ ما آتاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كانُوا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنينَ﴾
16. sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.
﴿ كانُوا قَليلاً مِنَ اللَّيْلِ ما يَهْجَعُونَ﴾
17. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
﴿ وَ بِالْأَسْحارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ﴾
18. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
﴿ وَ في‏ أَمْوالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَ الْمَحْرُومِ﴾
19. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
﴿ وَ فِي الْأَرْضِ آياتٌ لِلْمُوقِنينَ﴾
20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
﴿ وَ في‏ أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ﴾
21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?
﴿ وَ فِي السَّماءِ رِزْقُكُمْ وَما تُوعَدُونَ﴾
22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
﴿ فَوَ رَبِّ السَّماءِ وَ الْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ ما أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ﴾
23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
﴿ هَلْ أَتاكَ حَديثُ ضَيْفِ إِبْراهيمَ الْمُكْرَمينَ﴾
24. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
﴿ إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقالُوا سَلاماً قالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ﴾
25. (Yaitu) ketika mereka masuk ke rumahnya lalu mengucapkan, “Salam sejahtera atasmu.” Ibrahim menjawab, “Salam, (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.”
﴿ فَراغَ إِلى‏ أَهْلِهِ فَجاءَ بِعِجْلٍ سَمينٍ﴾
26. Lalu dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian ia membawa daging anak sapi gemuk (yang dibakar).
﴿ فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قالَ أَلا تَأْكُلُونَ﴾
27. Lalu ia menghidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, “Mengapa kamu tidak mau memakannya?”
﴿ فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خيفَةً قالُوا لا تَخَفْ وَ بَشَّرُوهُ بِغُلامٍ عَليمٍ﴾
28. Karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut (karena kami adalah para utusan Tuhan-mu).” Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim.
﴿ فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ في‏ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَها وَ قالَتْ عَجُوزٌ عَقيمٌ﴾
29. Kemudian istrinya datang memekik (tercengang nan heran) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.”
﴿ قالُوا كَذٰلِكَ قالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكيمُ الْعَليمُ﴾
30. Mereka berkata, “Demikianlah Tuhan-mu berfirman. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”
﴿ قالَ فَما خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ﴾
31. Ibrahim bertanya, “Apakah urusanmu, hai para utusan?”
﴿ قالُوا إِنَّا أُرْسِلْنا إِلى‏ قَوْمٍ مُجْرِمينَ﴾
32. Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),
﴿ لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجارَةً مِنْ طينٍ﴾
33. agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras),
﴿ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفينَ﴾
34. yang ditandai di sisi Tuhan-mu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”
﴿ فَأَخْرَجْنا مَنْ كانَ فيها مِنَ الْمُؤْمِنينَ﴾
35. Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu (sebelum azab itu turun).
﴿ فَما وَجَدْنا فيها غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمينَ﴾
36. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah keluarga yang berserah diri.
﴿ وَ تَرَكْنا فيها آيَةً لِلَّذينَ يَخافُونَ الْعَذابَ الْأَليمَ﴾
37. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.
﴿ وَ في‏ مُوسى‏ إِذْ أَرْسَلْناهُ إِلى‏ فِرْعَوْنَ بِسُلْطانٍ مُبينٍ﴾
38. Dan juga pada (kehidupan) Musa (terdapat pelajaran dan tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fira‘un dengan membawa mukjizat yang nyata.
﴿ فَتَوَلَّى بِرُكْنِهِ وَ قالَ ساحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ﴾
39. Tetapi dia (Fira‘un) dengan seluruh raganya berpaling (dari iman) dan berkata, “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila.”
﴿ فَأَخَذْناهُ وَ جُنُودَهُ فَنَبَذْناهُمْ فِي الْيَمِّ وَ هُوَ مُليمٌ﴾
40. Maka Kami siksa dia dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia pantas untuk dicela.
﴿ وَ في‏ عادٍ إِذْ أَرْسَلْنا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقيمَ﴾
41. Dan juga pada (kisah) kaum ‘Ad (terdapat pelajaran dan tanda kekuasaan Allah) ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.
﴿ ما تَذَرُ مِنْ شَيْ‏ءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلاَّ جَعَلَتْهُ كَالرَّميمِ﴾
42. Angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
﴿ وَ في‏ ثَمُودَ إِذْ قيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّى حينٍ﴾
43. Dan juga pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka, “Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu.”
﴿ فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَ هُمْ يَنْظُرُونَ﴾
44. Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan-nya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
﴿ فَمَا اسْتَطاعُوا مِنْ قِيامٍ وَما كانُوا مُنْتَصِرينَ﴾
45. Mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mampu meminta pertolongan.
﴿ وَ قَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ إِنَّهُمْ كانُوا قَوْماً فاسِقينَ﴾
46. Dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
﴿ وَ السَّماءَ بَنَيْناها بِأَيْدٍ وَ إِنَّا لَمُوسِعُونَ﴾
47. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar selalu meluaskannya.
﴿ وَ الْأَرْضَ فَرَشْناها فَنِعْمَ الْماهِدُونَ﴾
48. Dan bumi itu Kami hamparkan; dan Kami adalah sebaik-baik yang menghamparkan.
﴿ وَ مِنْ كُلِّ شَيْ‏ءٍ خَلَقْنا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾
49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
﴿ فَفِرُّوا إِلَى اللهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذيرٌ مُبينٌ﴾
50. Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
﴿ وَلا تَجْعَلُوا مَعَ اللهِ إِلٰهاً آخَرَ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذيرٌ مُبينٌ﴾
51. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
﴿ كَذٰلِكَ ما أَتَى الَّذينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ قالُوا ساحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ﴾
52. Demikianlah, tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, “Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.”
﴿ أَتَواصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طاغُونَ﴾
53. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
﴿ فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَما أَنْتَ بِمَلُومٍ﴾
54. Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.
﴿ وَ ذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرى‏ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنينَ﴾
55. Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
﴿ وَما خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ﴾
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
﴿ ما أُريدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَما أُريدُ أَنْ يُطْعِمُونِ﴾
57. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
﴿ إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتينُ﴾
58. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.
﴿ فَإِنَّ لِلَّذينَ ظَلَمُوا ذَنُوباً مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحابِهِمْ فَلا يَسْتَعْجِلُونِ﴾
59. Sesungguhnya orang-orang zalim mempunyai ada bagian (siksa) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
﴿ فَوَيْلٌ لِلَّذينَ كَفَرُوا مِنْ يَوْمِهِمُ الَّذي يُوعَدُونَ﴾
60. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.
Reaksi:

0 Comment:

Posting Komentar

thank you for your comment and reading this post :)