Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

24.4.18

#ACL2 - IPK Pertama

24.4.18 Posted by Agnes Devita , , , No comments
      

 Akhirnya teman-teman sekelasku merencanakan sebuah agenda, liburan bersama ke sebuah tempat yang sudah kami tentukan. Sungguh hati sudah membayangkan bagaimana kebahagiaan kami akan terpancar disana, namun pada kenyataannya hal tersebut sedikit melenceng  dari dugaanku sebelumnya. Alih-alih berangkat bersama kurang lebih saat itu lebih dari 40 orang yang ada, ternyata pada hari H, hanya 11 orang dari kelas kami yang ikut. wkwkwk. Meski aku sempat ragu, namun aku dengan segala keyakinan yang tersisa hehe, jadilah aku ikut saja. 





        Setelah liburan yang menyita waktu itu, mau tidak mau aku harus kembali pada realita yakni kuliah dan kerja. Bagaimana rasanya menjadi pekerja sekaligus mahasiswa ? Nano nano. Sudah sepatutnya memahami resiko yang akan diterima. Dari kurangnya jam tidur, mengatur waktu, mengerjakan tugas antara di tempat kerja dan kuliah, dan lain sebagainya. Aku bersyukur sekali karena sampai semester ini aku masih bisa bertahan. Di lain sisi juga, tugas yang diberikan belum terlalu menyita waktu, semua masih bisa dikerjakan sesuai porsinya selama masih bisa mengatur waktu dengan baik.
        Hingga pada saatnya aku menghadapi UAS (Ujian Akhir Semester) pertamaku...
     Aku merasa sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi UAS. Belajar dengan cukup (meski SKS xD), memahami poin-poin yang akan diujikan, yaa persiapan pada umumnya sih. Dan bagian yang aku tunggu-tunggu adalah hasil dari seluruh "jerih payah" ku selama semester 1 ini ditampilkan dalam bentuk transkrip nilai. Tidak muluk-muluk yang aku inginkan, yang terpenting adalah mendapat nilai yang pantas dari para dosen yang terhormat atas segala usaha yang sudah aku lakukan. 
         IPK pertamaku cukup memuaskan, di atas 3. Alhamdulillah untuk tahap awal perkuliahan. hehe rasanya lumayan lega ketika semester satu telah terlewati. Masih banyak "kejutan" yang akan aku terima dalam semester selanjutnya. Kesan selama semester satu ini, aku cukup tertegun ketika ada mata kuliah "Pengantar Ilmu Politik". Yang perlu diketahui adalah, aku sangat "buta" terhadap hal tersebut. Politik, kekuasaan, warga negara, isu terhangat tentang pemerintah, partai, dan semacamnya sungguh membuat otakku memaksa agar kembali "bekerja" lebih ekstra untuk memahami mereka. Menjadi kritis adalah suatu sebuah keharusan di dalam perkuliahan, tidak hanya di dalam kelas, namun juga di luar kelas. Memahami istilah istilah yang asing terdengar olehku, seperti fundamental, hirarki, dan beberapa istilah lain yang belum kuketahui.
    Menjadi pengalaman tersendiri bagiku untuk mendalami keilmuan tersebut, tidak hanya itu beberapa mata kuliah lainnya membuatku cukup "mikir keras", berfikir dalam artian aku harus kritis dan mampu mengolah kata dengan baik, apalagi jurusan yang aku ambil adalah komunikasi. Dalam jurusan ini, seluruh mahasiswa diharuskan untuk berani berbicara. WAJIB hukumnya :)))))))))). Jadi buat kalian yang piawai dalam berbicara di depan umum, atau yang pengin mendalami bidang komunikasi dan semacamnya, aku rekomendasikan sekali untuk mengambil jurusan ini. hehe promosi =D 
       Setelah cukup berbahagia melihat "i-pe-ka", hal yang sangat kutunggu ialah liburan semesteran hahaha. Kurang lebih selama 1 bulan aku off  kuliah, jadi selama itu aku memanfaatkan waktu untuk tidur =D hahaha, bercanda. Tapi emang bener kok :D . Selama itu pula aku bertanya tanya mata kuliah apa yang akan aku hadapi nanti....
       Ternyata di semester dua, beberapa "kejutan" yang telah disiapkan......




Cerita sebelumnya (#ACL 1 - Perkenalan)

18.4.18

#SelfExperience : Serpihan Surga Itu Bernama Tumpak Sewu

18.4.18 Posted by Agnes Devita , No comments
Di era sekarang, banyak manusia yang berlomba-lomba untuk mencari destinasi wisata yang "anti-mainstream", yang masih belum banyak terjamah oleh khalayak, masih asri, berbau dengan alam. Bisa jadi salah satunya tempat yang kemarin kami nikmati. Sebutan kami untuk "dia" ialah serpihan surga, jangan ditanya mengapa, coba kalian rasakan sendiri sensasi kenikmatan yang luar biasa ketika menginjakkan kaki disini. 

Air Terjun Tumpak Sewu atau Coban Sewu yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur ini benar benar membuat kami terpanah. Terang saja, sejak kami memasuki pintu masuk Tumpak Sewu, khususnya saya, sudah berandai-andai bagaimana keindahan ciptaan Tuhan satu ini. 

Sebenarnya, postingan kali ini sekaligus review juga kepada teman-teman barangkali ada yang pengin kesana dan bertanya-tanya mengenai biaya tiket masuk, ataupun spot-spot yang bagus disana. Maka dari itu let's continue the story .... :D

Jadi kami (saya dan teman-teman) berangkat dari Sidoarjo pukul 1 dini hari (Demi menghindari macet dan sampai sana bisa lebih pagi). Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya kami di pintu masuk Tumpak Sewu kurang lebih pukul 5 pagi , sedangkan jam operasional buka pukul 7 pagi :D sudah menjadi hal yang pasti, kami menunggu..... menunggu. Biaya tiket masuk kawasan Air Terjun Tumpak Sewu ini sebesar Rp 10.000 s a j a  loh. Cukup terjangkau.

Siapa bilang serpihan surga itu tidak ada? memang ada :D 

Jadi sebelum masuk ke Air Terjun Tumpak Sewu, terdapat 2 tempat yang bisa kita kunjungi yaitu Panorama dan Air Terjun Tumpak Sewu. Butuh waktu kurang lebih 10 menit untuk mencapai Panorama. Sayangnya, pada saat itu, air terjun sedang tertutup kabut. Jadi kami menunggu hingga kabut tidak terlalu banyak agar kami bisa mengabadikan "dia" yang indah dari atas. 

Masih tertutup kabut
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Air Terjun Tumpak Sewu menampakkan dirinya... Sesegera mungkin gawai dan semua perangkat yang dibawa untuk mengabadikan momen kami keluarkan, karena khawatir kabut akan datang dan menutupi keindahan ini.


Tanpa berpikir panjang, kami langsung bergegas turun untuk melihat dari dekat Tumpak Sewu.
Setelah selang beberapa saat kabut sudah tidak menyelimuti air terjun, kami memutuskan turun ke bawah untuk melihat lebih dekat serpihan surga ini. Membutuhkan waktu kurang lebih dari 30 menit untuk sampai ke dasar. Dengan melewati berbagai medan yang cukup memacu adrenalin haha. 
Seriusssss. Jalanan yang kami lewati sangat menegangkan mata xD





















Kedua foto tersebut adalah potret medan yang harus kami lewati. Sebenarnya masih banyak medan medan lainnya yang cukup ekstrem menurutku, contohnya kami harus melewati air terjun kecil dan turun menggunakan tali yang telah disediakan. Maaf tidak sempat memotret, karena kami sibuk untuk mencapai dasar dan menyelamatkan gawai masing-masing.

Sesampainya di akhir perjalanan, kami menemui persimpangan. Jika ingin ke kiri, maka akan menuju Goa Tetes, jika ingin ke kanan, maka akan menuju Air Terjun Tumpak Sewu. Dengan membayar 10.000 ribu rupiah lagi untuk memasuki kawas Air Terjun Tumpak Sewu.

Ke kanan arah Air Terjun Tumpak Sewu

Ke kiri arah Goa Tetes





Sorry xD
Membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk sampai ke bagian dasar air terjun tumpak sewu. Dan medan nya jangan ditanya lagi, karena kalian akan mendapatkan pengalaman yang sangat indah ketika melewatinya. :D.


Benar-benar serpihan surga yang jangan sampai terlewatkan. Kamipun merasakan bahwa lelah yang telah dilalui, sangat terbayar dengan keindahan yang telah disuguhkan oleh semesta.

Buat kalian yang merencanakan untuk mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu ini, aku punya beberapa tips supaya tidak "awkward" atau "terjebak" selama disana ya.

  1. Pakailah alas kaki yang pas dan cocok. Aku sarankan pakai model sandal seperti merk Ei*er itu, karena medan yang akan kalian lewat benar benar terjal dan cukup ekstrem. Karena apabila salah memakai alas kaki, akan menyusahkan diri sendiri xD. Jangan pakai sandal, apalagi sepatu. Sayang sepatu dan sandalnya xD
  2.  Bawa air minum (optional). Karena kalian akan menempuh waktu kurang lebih 30 menit lamanya, dan selama itu kalian tidak akan menemukan penjual makanan atau minuman (yaiyalah), jadi saranku kalian bawa saja air minum daripada kalian dehidrasi dan tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan. (ada penjual makanan ketika sampai di persimpangan Goa Tetes dan Air Terjun Tumpak Sewu).
  3. Bawa kantong plastik (kresek) atau tempat untuk menyelamatkan gawai kalian. Karena jangan berharap kalian tidak akan basah selama disana.
  4. Memakai jas hujan (optional). Kalau kalian tidak pengin basah-basahan, pakailah jas hujan (kresek). Tapi kalau aku pribadi, tidak memerlukan ini, karena sensasi bermain air di air terjun sangatlah menakjubkan. 
  5.  JANGAN MENGELUH! Itu terpenting guys. Nikmati saja perjalanannya, karena sepanjang perjalanan kalian akan dihadapkan dengan berbagai medan yang cukup menantang xD Dipastikan tidak akan menyesal ketika melihat secara langsung dan lebih dekat si "Serpihan Surga" yang satu ini 

Sudah ya ceritanya. Aku rasa sudah terlalu indah si serpihan surga ini aku ceritakan. Semoga #SelfExperience kali ini bermanfaat untuk kalian semua. See you in the next post ^^ - Nes





16.4.18

#ACL1 - Perkenalan

16.4.18 Posted by Agnes Devita , , No comments
   




     Halooo halooo gengs. Maafkan aku yang sudah lama tidak "menjamah" blog tercintaku ini ya.
    Oh iya, Aku punya ide nih untuk buat cerbung. Cerbungnya tentang kehidupanku di kampus. haha. penting enggak penting sih. Tapi menurutku ini perlu diceritakan, mengingat kesempatan untuk menimba ilmu di perguruan tinggi bagiku tidaklah mudah. Banyak tantangan yang sudah aku lalui hingga sekarang aku sudah menginjak di semester dua. hehe.
Seharusnya cerbung ini aku buat sewaktu semester satu, berhubung tidak terkoneksinya antara niatan serta usaha yang kuat, alhasil baru kesampaian sekarang. Jadi, doakan ya agar cerbung ini bisa aku post secara rutin. Ya, sebulan sekali atau seminggu sekali mungkin wkwk.

    Jadi setelah aku lulus dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada tahun 2015 lalu, aku memilih untuk vakum atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terlebih dahulu. Aku memutuskan untuk bekerja serta mencari pengalaman lain agar hidupku lebih berwarna xD . Singkatnya, pada tahun lalu 2017 aku memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta. Mengapa swasta ? Supaya aku dapat tetap melanjutkan pekerjaan di pagi hari, setelah itu dilanjutkan kuliah di malam harinya. 

   Aku adalah seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Sidoarjo. Sekarang aku "masih" semester dua dan akan menghadapi UTS xD . Aku mengambil jurusan ilmu komunikasi. Jurusan ini lah yang akhirnya menarik hatiku dan menjadi pemenang dari beberapa jurusan yang sempat membuatku bingung. Sebenarnya, jurusan yang sedang aku ambil saat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan jurusan sewaktu aku duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yaitu Akuntansi. Nah, sungguh keluar jalur kan ?  Beberapa postingan sebelum ini aku pernah membahas beberapa topik tentang akuntansi, itu adalah tugas praktik ku dulu xD . Sungguh sangat di luar dugaan sehingga aku bisa memutuskan untuk mengambil jalur yang sangat jauh dari bidangku sebelumnya.

   Bagaimana bisa aku mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusanku sewaktu SMK dulu ? Pertanyaan muncul, bagaimana dengan orang tuaku ? Apakah mereka tidak protes atau tidak menolak kemauanku tersebut ? Jawabannya iya setengah tidak. Nah loh hahaha. Jadi untuk masalah jurusan, orangtuaku memberikan 100% pilihannya sesuai keinginanku, dengan syarat bahwa jurusan yang aku ambil ini "jelas" dan "sreg". Bukan berarti ada jurusan yang tidak jelas ya, tapi aku telah menjelaskan kepada mereka bahwa pilihan ini yang benar benar terbaik untukku. Alhamdulillah mereka memahami dan mendukungku.

  Buat kalian yang masih ragu, takut untuk memilih jurusan, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan orang tua, guru, teman-teman, kakak kelas, mantan,  hehe. Karena dulu aku juga merasakan galaunya memilih jurusan, dan aku berkonsultasi kepada yang aku anggap mampu untuk memberiku jalan keluar, salah satunya Google xD. Yes, Google sangat membantuku pada saat itu, karena aku dapat dengan bebas mengkases dan mencari tahu apa saja yang akan dipelajari pada jurusan yang akan aku ambil. Dan ternyata, ilmu komunikasi lah yang menjadi pilihanku.
     
     Berbekal dengan tekad dan niat yang kuat, akhirnya aku tercatat secara resmi (ciyeilah) menjadi mahasiswi di PTS tersebut pada bulan September 2017. Bercerita sedikit tentang ospek ku tahun lalu, tidak terlalu istimewa namun cukup berharga karena dalam ospek tersebut tidak diisi dengan hal-hal yang "aneh" seperti senior yang usil terhadap junior, tidak sama sekali. Bahkan, ospek saat itu diisi dengan materi materi yang berkaitan denga kampus, agar mahasiswa baru lebih dekat dan mengenal dengan kampus serta seluk beluknya. Selain itu, diisi dengan games games dari senior. Menurutku, hal semacam itu harus tetap ada, karena sudah bukan zamannya lagi untuk "mengerjai" para mahasiswa baru dengan membawa perlengkapan dan peralatan yang diluar akal sehat. haha. 

    Hari pertama kuliah, aku masih ingat saat itu aku masih sangat lugu (hahahaha). Terang saja, sifatku sejak dulu memang tidak berubah, agak sulit untuk beradaptasi pada awal awal masuk pada lingkungan baru. Seminggu pertama kuliah, masih diisi dengan perkenalan dan kontrak kuliah saja. Hingga pada saat menginjak UTS pertama, rasanya tidak menyangka bahwa sudah tiga bulan aku kuliah (lebay deh). Singkatnya, di semester satu ini masih belum banyak tugas tugas yang menumpuk seperti halnya kakak tingkat ketika bercerita bahwa bisa saja dalam sehari mendapat tugas di seluruh mata kuliah pada hari itu. wkwk. Pada saat semester satu ini, aku tidak merasakan beban yang begitu dalam. Mungkin hanya beban ketika harus menelan pahit harus berpisah dengannya. 

      
   Ada satu hal yang aku lupa, yakni teman-teman. Bagaimana teman sekelasku sewaktu kuliah ? Ini bagian yang paling seru. Karena aku menemui banyak karakter yang sangat berbeda, serta usia yang berbeda beda pula. Faktanya aku termasuk golongan mahasiswa yang telat kuliah. haha ya emang sih. Karena bisa dibilang, rata-rata teman sekelasku lulus pada tahun 2017, sedangkan aku tahun 2015 xD ahahaha. Bagiku ini sungguh menarik, menimba ilmu, bertemu setiap hari dengan mereka yang usianya di bawahku, dan mereka yang usianya di atasku. Hal yang akan aku ingat selalu.

   Dari kpopers hingga gamers, mereka berkumpul menjadi satu dalam kelas. Banyak kelucuan yang mereka tampakkan ketika sedang tidak ada dosen. Mereka sangatlah "gila" dalam koridornya, tapi mereka juga memiliki pikiran yang cukup "kritis" ketika menghadapi sesuatu yang tidak dalam jalurnya, misalnya saja jadwal mata kuliah yang agak rancu, dosen yang tidak tepat waktu, bahkan agenda kampus yang menurut mereka tidak jelas, mereka akan sangat "meminta" kejelasan tersebut. 
   
  Sungguh, aku benar-benar menjatuhkan kepada pilihan yang sangat tepat. Mengapa ? Karena aku berkutat dengan mereka yang juga memiliki pikiran yang visioner, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam kelas maupun di luar kelas. Selain itu, mata kuliah yang telah aku lalui dalam semester satu ini beberapa diantaranya aku menyukainya dan menjadi tantangan untukku untuk mempelajarinya, seperti pengantar ilmu politik, statistika, pengantar ilmu komunikasi, dan yang lainnya. hehe ini bukan pencitraan xD tapi memang benar adanya. Meski ada beberapa kebijakan dari dosen dan gaya mengajarnya yang "agak" kurang sreg denganku, tapi sejauh ini aku menikmatinya.

   Kepenatan mulai muncul dalam diriku. Teman-teman merencanakan sebuah ide yang sangat bagus untuk menjernihkan fikiran selepas UAS, yakni liburan. Ya, ini liburan pertama kami sewaktu kuliah... Meski partisipan kurang dari 50% dari teman sekelas yang ada.. Aku tetap melaluinya dengan baik.
  Pada saat itu kami merencakan liburan ke ......


"Bersambung"

25.8.17

#SelfExperience : Ke Jogja Berdua Saja

25.8.17 Posted by Agnes Devita , , , , 1 comment
Hai teman-teman! Cukup lama juga ya tidak posting sesuatu di blog ini :D . Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman pribadiku yang pertama kali pergi ke Jogja bersama seorang temanku, ya hanya kami berdua . Dan aku juga akan share tempat-tempat wisata yang aku kunjungi serta biaya keseluruhan liburanku kali ini ^^. Kami liburan ke Jogja dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2017.

Let's start.....

Liburan kali ini, kami mengurus semuanya serba sendiri. Dari tiket pulang-pergi, tempat penginapan, itinerary, dan sewa transportasi selama di Jogja.
Jadi, sejak awal bulan Agustus kami sudah melakukan pemesanan untuk tempat penginapan, serta tiket bis untuk berangkat, dan tiket kereta api untuk pulang. Kenapa antara berangkat dan pulangnya berbeda ?  Karena aku terhalang oleh jadwal, pada hari Jum'at 18 Agustus 2017 aku masih harus bekerja dan pulang pada jam 17.00 wib. Dan pada hari itu, tiket kereta api tidak ada yang jadwalnya berangkat malam, alhasil kami memutuskan naik bis untuk berangkat ke Jogja. Oh iya, semua pemesanan yang kami lakukan ini dilakukan secara online, karena kami, khususnya aku enggak  mau ribet . hehehe.

*18 AGUSTUS 2017*
 Jadwal keberangkatan pukul 21.30 wib. Karena membeli tiket secara online, maka hari itu kami harus tiba satu jam sebelumnya di Pool Garasi PO. Eka Mira yang ada di Jln. Raya Gilang 10, Sidoarjo, mungkin tujuannya adalah agar tidak terlambat :D . Berhubung cuma berdua saja, malam itu kami memutuskan naik jasa transportasi online (Uber) agar sampai di Garasi Bis Eka tepat pada waktunya. Kami sampai kurang lebih jam setengah 9 malam, jadi ya harus menunggu 1 jam lagi sampai bis berangkat.
Terminal Giwangan

  Biaya yang dikeluarkan:
     Uber  Rp 30.000 : 2 = Rp 15.000/orang
     Tiket bis  Rp 90.000/orang (Pesan online lewat bosbis.com)
     Biaya makan (disediakan oleh pihak Eka, dan harus nambah biaya)  Rp 13.000/orang
*saya ngitung biayanya per-orang ya, jadi harus saya bagi 2 untuk biaya yang sekiranya tergabung, contohnya seperti Uber*

Total sementara : Rp 118.000

*19 AGUSTUS 2017*
Di luar dugaan, ternyata bis sampai di Terminal Giwangan pukul 05.00 wib. Padahal, perkiraan kami bis akan sampai setidaknya pukul 7 atau 8 pagi. Dan akhirnya kami pun bingung mau kemana pada waktu itu karena masih pagi sekali. Lalu kami memutuskan untuk jalan-jalan keluar mencari informasi dan kepastian kemana kami akan melangkah selanjutnya. Rencana awal kami akan pergi ke Candi Prambanan, tapi karena masih pagi banget , jadi menunggu sampai jam 06.00 wib, ya setidaknya mengulur waktu agar bisa sampai Candi Prambanan tidak terlalu pagi. 
Jam 6 tepat kami pergi ke Candi Prambanan menggunakan TransJogja dengan jalur 3A lalu dilanjutkan ke jalur 1A, menunggu 13 menit sampai bis jalur 3A sampai. Pukul 06.30 wib kami sampai halte untuk melanjutkan naik bis dengan jalur 1A. Butuh waktu sekitar 8 menit, kami akhirnya naik bis tersebut. Yang mengejutkan adalah, harga tiket TransJogja ini murah sekali. Cukup Rp 3.500 saja. :D cocok banget buat yang pengen liburan ala backpacker-an ke Jogja :D . Dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi meskipun oper bis, jadi cukup membayar sekali di awal berangkat. Enak banget kan hehehe.
Tempat duduk untuk wanita hamil dan lansia

Bagian dalam Trans Jogja

Turun dari Terminal Kalasan yang dekat dengan Candi Prambanan, karena kami menyewa motor sehari sebelum ke Jogja, jadi hanya kebagian motor yang tersedia pada hari Sabtu, pukul 18.00. Akhirnya, kami harus jalan kaki kurang lebih 1 km untuk sampai pintu masuk Candi Prambanan. Kalau dihitung-hitung seperti mengitari setengah komplek Candi Prambanan :D cukup menyehatkan hehehe. Sampai di Candi Prambanan pukul 07.30 wib, disana terdapat dua tempat tiket masuk yaitu yang pertama untuk tiket yang hanya ke Candi Prambanan saja dengan biaya sebesar Rp 40.000 rupiah/orang, yang kedua untuk tiket paket dengan tujuan Candi Prambanan serta Kraton Ratu Boko dengan biaya sebesar Rp 75.000/orang. Kami memilih yang kedua, karena sayang sekali kalau harus melewatkan tempat wisata dan bersejarah begitu saja. Tempat pembelian tiket paket dibuka pada pukul 08.15 wib, jadi kamu harus menunggu lagi sekitar 45 menit :D . Menunggu lagi... menunggu lagi.

Sungguh usaha kami sangatlah tidak sia-sia, karena ketika masuk di kawasan Candi Prambanan, kami disuguhi dengan view nya yang sangat menakjubkan. Dalam hati saya tertegun, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki disini dan melihat secara langsung Candi Prambanan ini. Benar-benar puas, kami mengitari seluruh kawasan di Candi Prambanan, untuk melihat lebih dekat dan tak lupa juga mengabadikan momen yang tidak terlupakan ini.

Candi Prambanan. Sungguh menakjubkan. Tidak mengecewakan

Setelah selesai menikmati keindahan Candi Prambanan, kami menuju tempat pemberhentian Shuttle  Car yang akan mengantarkan kami ke Kraton Ratu Boko. Sayangnya, sesampainya di Kraton Ratu Boko, kami banyak kehilangan energi, ditambah lagi cuaca yang cukup terik, dan harus naik tangga untuk bisa sampai puncaknya, dan harus membawa barang bawaan yang cukup banyak. Setelah puas "naik-turun" tangga :D, kami kembali ke mobil wisata dan kembali ke kawasan Candi Prambanan.

Candi Prambanan lebih dekat

Waktu menunjukkan jam 11.00 wib dan perut kami tidak bisa diajak kompromi :D , beruntungnya di depan kawasan Candi Prambanan, ada warung yang menjual beberapa hidangan. Sontak saja kami langsung bersemangat menghampirinya.  Saya memesan soto bakso dan segelas es jeruk, awalnya nggak paham maksudnya ini apa, soto campur bakso? Ternyata ini soto lalu ditambah dengan pentol hehehehe. Recommended buat yang lapar sehabis mengitari Candi Prambanan, dan pengin makan tapi nggak jauh-jauh, serta dengan harga yang cukup terjangkau.

Ini tempat makannya. Terletak di depan kawasan Candi Prambanan


Alhamdulillah setelah perut kami terisi, kami melanjutkan perjalanan ke tempat penginapan. Padahal, rencana awal akan melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya, tapi  karena kami sudah benar-benar lelah, akhirnya kami memutuskan untuk menuju tempat penginapan. Untuk bisa sampai kesana, kami oper 3 kali TransJogja, pertama dari Terminal Kalasan dengan jalur 1A tujuan Malioboro, dilanjutkan ke jalur 3B Ngabean, selanjutnya jalur 6B tujuan Jln. PGRI.

Kami hanya naik TransJogja sampai Terminal Ngabean saja, karena sudah tidak tahan lagi menunggu bis yang lama datangnya, keadaan kami yang tidak memungkinkan untuk menunggu terlalu lama juga :D, akhirnya kami menggunakan jasa transportasi online lagi hehehe, kami menggunakan Uber. Cukup terjangkau, karena ternyata jarak antara Terminal Ngabean ke tempat penginapan kami tidak terlalu jauh. Kami sampai tempat penginapan kurang lebih pukul 14.30 wib, langsung check in dan istirahat sembari menunggu motor sewa-an kami datang.  Kami menginap di Seroja Kostel Sonopakis, di Jln. PGRI II, Sonopakis, Bantul. Biayanya cukup terjangkau. Dengan fasilitas kamar maksimal untuk dua orang, wifi gratis, tempat parkir, air panas, tanpa sarapan. Ya, kami rasa fasilitas yang diberikan sudah cukup baik dengan biaya tersebut. (rincian biaya aku taruh di bawah ya)


Seroja Kostel Sonopakis


Pukul 17.00 wib, motor sewa-an kami datang. Beruntungnya, pengantar motornya baik karena kami nggak perlu menunggu terlalu lama lagi hehehe :D . Biaya yang kami keluarkan untuk sewa motor ini sebesar Rp 140.000 . Iya, mahal banget :((( karena bertepatan dengan hari libur panjang, hampir persewaan motor menaikkan tarif sewanya. Tapi kalau kalian booking jauh sebelum hari H, harganya bisa sedikit lebih murah, atau berada di tarif normal. Tapi kurang tahu juga, saya hanya menebak :D. Saya sewa motor ini di jogjamotor.com , silahkan kalau ada yang mau sewa motor sewaktu di Jogja, bisa sewa disana. Adminnya baik dan ramah, padahal saya suka nanya mulu :D . Fasilitasnya sudah termasuk 2 helm, serta jas hujan. Motor juga diantar dan diambil sesuai dengan ketentuan pihak rental motor. Tapi biasanya, mereka  sanggup untuk mengantar atau mengambil di daerah mana saja di Jogja :D. Lebih jelasnya sih, kalian bisa cek webnya dan tanya ke narahubung yang tertera disana.

Kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Malioboro pada jam 18.00 wib. Karena kami sangat yakin bahwa malam itu kami akan hunting berbagai macam barang dan oleh-oleh di Malioboro, maka kami berhenti untuk makan malam terlebih dahulu di daerah tersebut. Tidak afdol kalau ke Jogja tidak makan gudeg :D , jadi kami memesan Gudeg, dan teh panas.

Ke Jogja wajib makan Gudeg :D


Let's continue the journey....

Kami berjalan dari ujung jalan ke ujung yang lain, membeli sesuatu yang sedang kami cari. Satu per-satu sudah ditemukan, tak lupa juga kami berfoto di depan tulisan Jl. Malioboro, dan kami harus mengantri karena memang banyak sekali yang ingin berfoto disana. Hingga waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, kami kembali ke tempat penginapan lalu istirahat untuk melanjutkan kegiatan esok harinya.

 Biaya yang dikeluarkan:
     TransJogja (pagi) Rp 3.500/orang
     Tiket masuk paket Candi Prambanan & Kraton Ratu Boko Rp 75.000/orang
     Makan siang (soto bakso Rp 13.000, es jeruk Rp 3.000, kerupuk Rp 1.000)  Rp 17.000
     TransJogja (siang) Rp 3.500/orang
     Uber Rp 10.000: 2 = Rp 5.000/orang
     Tempat penginapan Rp 147.300 : 2 = Rp 73.650 ~ Rp 74.000/orang (Pesan lewat traveloka.com)
   Sewa motor Rp  140.000 : 2 = Rp 70.000/Orang (Pesan sebelum berangkat, saran saya jauh hari harus sudah pesan biar tidak kehabisan, apalagi di hari libur pasti banyak sekali peminatnya)
     Parkir motor di Malioboro Rp 2.000
     Makan malam (Gudeg Rp 35.000 *ini mahal banget :D*,  teh panas Rp 6.000)   Rp 41.000/orang

Total sementara : Rp 291.000


*20 AGUSTUS 2017*

 Waktu berjalan terlalu cepat, karena tidak terasa ini adalah hari terakhir kami menikmati udara di Jogja. Pagi itu, pukul 06.00 wib kami bergegas menuju Alun-Alun Kidul untuk menikmati hari terakhir di Jogja serta sarapan disana. Pagi hari di Jogja bener-bener berkesan banget, udaranya segar, terus ditambah lalu lintas juga tidak terlalu padat, dan satu lagi, kalian bakal jarang banget mendengar ada klakson kendaraan difungsikan. Sepertinya klakson tidak berfungsi di Jogja :D, meskipun macet, para pengendara disini kebanyakan mayoritas tertib, kecuali Transjogja karena memang dikejar waktu agar penumpang segera sampai hehe.

Maksud kami pagi itu pengin CFD-an bahasa gaulnya (Car Free Day)  di Alun-Alun Kidul, jadi kami berjalan mengelilingi Alkid sembari memilih menu apa yang cocok untuk sarapan pagi itu. Dan akhirnya kami memilih nasi kuning dan teh hangat. Kami kembali ke tempat penginapan kurang lebih pukul 06.30 WIB. Sampai disana kami langsung bergegas mandi, serta mempersiapkan semua keperluan untuk pulang ke Sidoarjo. Tapi, sebelum itu kami terlebih dahulu pergi ke beberapa tempat wisata di Jogja.

Pukul 09.00 WIB, kami pergi ke Situs Taman Sari, terdapat beberapa kolam dengan air berwarna hijau yang membuat para pengunjung langsung ingin berfoto di spot-spot yang bagus di Taman Sari.
Pintu Masuk Situs Tamansari




Bagian Dalam Tamansari
                         
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Jogja. Banyak hal dari Jogja yang dapat kita pelajari di Kraton ini, dari sejarahnya, ataupun tempat-tempat yang bersejarah di dalamnya.




Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 wib, kami menuju pusat pembelian oleh-oleh di Jogja, dan cukup memakan waktu, karena disana kami tidak tahu jalan, jadi hanya bermodalkan Google Maps , hehe. Alhasil kami sampai di tempat tersebut dengan waktu yang cukup lama.


Ini kejadian yang entah bisa dibilang lucu, tapi sepertinya tidak :D , lebih ke melelahkan dan cukup menguras tenaga kami. Siang itu sekitar jam 12.00 wib, kami pergi ke MALIOBORO (lagi) haha. Kenapa coba kami kembali kesana lagi? Padahal jam check out  kami harusnya pada jam 12.00 wib. Karena ada sesuatu yang tertinggal, yang belum sempat terbeli pada malam hari ketika kami ke Malioboro. Sungguh, hari itu kami benar-benar dikejar waktu.

Kami kembali ke tempat penginapan dan sampai pada pukul 13.25 wib, nah sudah terbayang apa yang terjadi pada kami ? Kami benar-benar terburu-buru karena jam keberangkatan kereta pukul 14.35, dan ternyata sangat di luar dugaan, barang bawaan kami semakin banyak, dan bingung harus untuk packing-nya. Kami check out dari tempat penginapan, dan kena charge karena overtime, hehe ya jelaslah.

Seroja Kostel Sonopakis

Seroja Kostel Sonopakis


Pukul 13.45 wib kami berangkat menuju Stasiun Lempuyangan, yang berdasarkan Google Maps membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dari tempat penginapan kami.  Seketika itu , langsung tancap gas, meskipun barang bawaan kami cukup banyak, karena dikejar oleh waktu dan takut kalau kami akan tertinggal kereta. Akhirnya kami sampai pukul 14.06 wib, saat itu jalan di depan Stasiun Lempuyangan sangat macet, dan full dengan mobil, sampai kami bingung harus parkir dimana dan agar yang bertugas mengambil motor sewa-an kami dapat dengan mudah dan cepat menemukan kami.  Dalam waktu yang mepet tersebut, kami benar-benar dalam keadaan lelah, ingin marah, takut, bercampur menjadi satu :D .

Saya langsung bergegas masuk dan mencetak e-ticket saya yang sudah saya terima dari Traveloka untuk selanjutnya dicetak di bagian Pencetakan E-Ticket. Alhamdulillah, kami tidak sampai ketinggalan kereta, sewaktu selesai cetak tiket dan masuk ke bagian pengecekan tiket, kami hanya menunggu beberapa menit hingga kereta tiba.  Saat itu kami menggunakan Kereta Api Pasundan (Jogja-Surabaya). Dan ini pengalaman saya naik kereta api setelah lebih dari 10 tahun tidak naik transportasi ini (norak banget ya) :D.

Kami sampai Stasiun Wonokromo pukul 21.30 wib. Dan melanjutkan perjalanan pulang menggunakan bemo/angkot, untuk sampai di Aloha, lalu kami dijemput oleh ayah kami. :D

Biaya yang dikeluarkan:
     Sarapan (Nasi kuning + teh hangat) Rp 18.500/orang
     Tiket masuk Situs TamanSari Rp 5.000/orang 
     Tiket masuk Kraton Yogyakarta  Rp 5.000/orang
     Charge tempat penginapan   Rp 25.000 : 2 = Rp 12.500/orang
     Tiket kereta api = Rp 94.000/orang (Pesan lewat traveloka.com)
     Camilan + Air putih (sewaktu di kereta api, hehe)  Rp 15.000
     Bemo/Angkot Rp  5.000/orang
   

Total sementara : Rp 155.000

Total semuanya = Rp 118.000 + Rp 291.000 + Rp 155.000 = Rp 564.000

Cukup terjangkau dengan pengeluaran sebesar Rp 564.000, kalian bisa jalan-jalan ke Jogja berdasarkan kemauan kalian sendiri. Biaya tersebut adalah biaya garis besar yang dikeluarkan, belum termasuk parkir, biaya ke toilet, dan semacamnya :D.


Pengalaman liburan kali ini sungguh sangat berkesan bagi saya, dan tidak sia-sia karena akhirnya saya bisa pergi ke Jogja, dan keinginan kami (saya dan teman) untuk liburan ke Jogja tercapai. Dan pemilihan tempat liburan kali ini juga sangat cocok, karena Jogja adalah kota yang ramah, dengan bermacam macam tempat wisata, lalu atmosfer disana juga berbeda, jadi terasa kurang kalau menghabiskan waktu disana hanya beberapa hari saja. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali ke Jogja, ataupun menjelajahi kota-kota lain yang ada di Indonesia.




PS: Saya mencantumkan pengeluaran selama di Jogja untuk referensi teman-teman ya, barangkali ada yang membutuhkan atau penasaran, kira-kira berapa sih budget yang dibutuhkan untuk pergi ke Jogja dengan keinginan kita sendiri, maksudnya terserah kita mau pergi ke tempat mana saja. Bukan ada maksud yang tidak baik. Yang positif diambil, yang negatif dibuang. hihi.
Semoga bermanfaat ^^

5.7.17

Saudara Tapi Tak Sedarah

5.7.17 Posted by Agnes Devita , , , , 16 comments
Pernah nggak kalian menganggap teman-teman dekat kalian seperti saudara?
Mungkin awalnya nggak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa mereka hadir di hidup kita dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Mereka tau kebiasaan, makanan atau minuman favorit, bahkan aib-aib kita pun mereka tau, sudah seperti keluarga :) .
 Salah satu kebahagiaan tersendiri karena mereka tercipta untuk ditakdirkan menjadi teman baik yang selalu mensupport, menasihati, mengerti, dan memahami apapun keadaan kita. Saya ingin sedikit menceritakan bagaimana saya bisa bertemu dengan mereka, para pejuang yang hebat dan tangguh, salah satu bagian dari saudara tapi tak sedarah di hidup saya. 
(Mei akhir di tahun 2015)
Salah seorang teman saya sewaktu SMK menawarkan sebuah kesempatan yang berharga untuk dilewatkan, yaitu menjadi salah satu bagian dari keluarga Kampoeng Sinaoe (KS).Awal-awal di KS saya merasa nggak kenal siapa-siapa (yaiyalah), selain dua orang. Yaitu, teman saya dan guru saya (Founder KS). Disana saya membantu untuk mengurus administrasi, dan beruntungnya , saya juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan belajar disana. Padahal, dulu waktu jaman SMK saya memang pengin banget belajar disana, tapi memang niatnya belum 100% hehe, nggak ada teman untuk pergi kesana karena memang jaraknya cukup jauh dari rumah. 
Di Kampoeng Sinaoe, saya melewati momen-momen yang bisa dibilang priceless. Apalagi kegiatan rutinan seperti Belajar ke tempat-tempat bersejarah, liburan sambil belajar di alam bebas, dan kegiatan kerohanian (ini favorit dan selalu saya tunggu tiap tahunnya), yaitu di bulan Ramadhan ada kegiatan Maleman di Malam Lailatul Qodar, dan Halal bi Halal pada hari raya Idulfitri .
Salah satu momen menarik di tahun ini bersama KS adalah Halal bi Halal, ya, ini menjadi pertama kali Halal bi Halal bersama mereka. Dan sekali lagi, ini menjadi agenda favorit di KS yang saya tunggu. Pada tahun itu Idulfitri jatuh pada bulan Juli, saya bergabung pada Mei akhir.  Bagi saya, itu waktu yang sangat singkat untuk mengenal mereka satu persatu dan menjadi akrab setelahnya. Jadilah di hari itu, hari yang nggak pernah kebayang, Halal bi Halal bersama orang-orang yang belum akrab, bahkan mau ngobrol pun bingung karena belum  tau alur cerita mereka. (alasan aja emang) :D. Akhirnya, sampai tujuan rumah terakhir kita bersilaturahmi, saya dapat cair bersama suasana yang ada (ngelakuinnnya agak berat) hehe.
 
with KS 2015
Halal bi Halal with KS tahun 2015. Coba tebak saya yang mana?
Clue: yang paling polos xD


(2016)
Alhamdulillah tahun ini, saya belajar tentang banyak hal. Dari yang namanya sopan santun, bersikap jujur,bertanggung jawab dalam melakukan hal, mandiri, ketangguhan serta istiqomah (terus menerus tanpa putus) dalam belajar. Beberapa hal tersebut ada di diri mereka, yang awalnya ditularkan dari dua orang yang kompak, sepasang suami istri yang berani “melawan arus” dan menurut saya sangat antimainstream. Hehe. Mereka (red: saudara KS) memberi banyak pelajaran tentang bagaimana menjalin hubungan sosial yang baik, terutama tentang kehidupan. Apalagi yang namanya “tangguh”, ini bener-bener di luar dugaan saya, karena selama di KS, saya belajar dari jam 8 sampai 10 malam. :D hehehe. Bukan main kan, ini pengalaman yang seru dan menegangkan karena dengan jarak dari KS ke rumah membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit (kalau pulang) karena nggak macet, kalau berangkat bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. :D

Jika tahun kemarin saya masih malu-malu, hehe. Tahun 2016 ini saya senang bisa membaur dengan mereka, apalagi dikelilingi orang-orang dengan usia yang berbeda-beda pula. Disini, saya jadi punya mbak dan mas (panggilan untuk perempuan dan laki-laki yang lebih tua dalam bahasa jawa), dan tidak lupa juga bertambah pula adik-adik saya, karena saya masuk di kelas yang mayoritas mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA, sedangkan saya dan salah satu teman (ini berbeda dengan teman yang menawarkan saya di KS pertama kali) adalah yang paling “tua”.

Karena sudah bisa nyambung dengan mereka, Halal bi Halal yang kedua semakin seru, apalagi kali ini bertepatan dengan tanggal lahir saya, dan yang menghadiri juga lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Halal bi Halal with KS tahun 2016. Tebak lagi saya yang mana?
Sudah mulai kelihatan sifat aslinya xD


(2017)
Tahun ketiga bersama “saudara tak sedarah” saya kali ini tak kalah berkesan. Makin erat persaudaraannya, makin banyak hal-hal yang sudah dilewatkan bersama, makin 
“gila” juga (dalam hal baik). Hehe.

Ternyata, sudah lebih dari tiga tahun berada di KS, sebenarnya terasa masih sebentar, apalagi melihat kakak-kakak alumni yang “berjuang” lebih lama daripada saya, kalau dilihat ya saya masih secuil menghabiskan waktu disini. Karena memang suasanya yang tidak biasa, bisa didapatkan di KS ini.
Dengan berbagai agenda yang bermanfaat, saya bisa mengikuti bermacam-macam event dan bisa bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi. Baru-baru ini saya ikut berpartisipasi dalam acara sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, benar-benar sesuatu yang mengesankan untuk saya.

Tepat kali ketiga saya mengikuti Halal bi Halal bersama mereka, dan Alhamdulillah sekali makin banyak dari sebelumnya.
 
Halal bi Halal with KS tahun 2017. Tuh makin rame kan :)
coba tebak lagi saya yang mana? hehe

 Terimakasih untuk setiap memori yang pernah kalian berikan kepada saya, untuk Bapak dan Ibu yang sudah memberikan banyak sekali kesempatan untuk saya. Tempat ini sangat “bersejarah” bagi saya pribadi.

Kalian terlalu banyak, jadi agak susah untuk menyebutkan. hehehe.  Intinya, terimakasih semuanya <3.


PS: Kalian juga punya saudara tak sedarah juga? Yuk share cerita kamu di kolom komentar? :)