Writing is how I express what I see, what I do, what I read and what I feel.

25.8.17

#SelfExperience : Ke Jogja Berdua Saja

25.8.17 Posted by Agnes Devita , , , 1 comment
Hai teman-teman! Cukup lama juga ya tidak posting sesuatu di blog ini :D . Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman pribadiku yang pertama kali pergi ke Jogja bersama seorang temanku, ya hanya kami berdua . Dan aku juga akan share tempat-tempat wisata yang aku kunjungi serta biaya keseluruhan liburanku kali ini ^^. Kami liburan ke Jogja dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2017.

Let's start.....

Liburan kali ini, kami mengurus semuanya serba sendiri. Dari tiket pulang-pergi, tempat penginapan, itinerary, dan sewa transportasi selama di Jogja.
Jadi, sejak awal bulan Agustus kami sudah melakukan pemesanan untuk tempat penginapan, serta tiket bis untuk berangkat, dan tiket kereta api untuk pulang. Kenapa antara berangkat dan pulangnya berbeda ?  Karena aku terhalang oleh jadwal, pada hari Jum'at 18 Agustus 2017 aku masih harus bekerja dan pulang pada jam 17.00 wib. Dan pada hari itu, tiket kereta api tidak ada yang jadwalnya berangkat malam, alhasil kami memutuskan naik bis untuk berangkat ke Jogja. Oh iya, semua pemesanan yang kami lakukan ini dilakukan secara online, karena kami, khususnya aku enggak  mau ribet . hehehe.

*18 AGUSTUS 2017*
 Jadwal keberangkatan pukul 21.30 wib. Karena membeli tiket secara online, maka hari itu kami harus tiba satu jam sebelumnya di Pool Garasi PO. Eka Mira yang ada di Jln. Raya Gilang 10, Sidoarjo, mungkin tujuannya adalah agar tidak terlambat :D . Berhubung cuma berdua saja, malam itu kami memutuskan naik jasa transportasi online (Uber) agar sampai di Garasi Bis Eka tepat pada waktunya. Kami sampai kurang lebih jam setengah 9 malam, jadi ya harus menunggu 1 jam lagi sampai bis berangkat.
Terminal Giwangan

  Biaya yang dikeluarkan:
     Uber  Rp 30.000 : 2 = Rp 15.000/orang
     Tiket bis  Rp 90.000/orang (Pesan online lewat bosbis.com)
     Biaya makan (disediakan oleh pihak Eka, dan harus nambah biaya)  Rp 13.000/orang
*saya ngitung biayanya per-orang ya, jadi harus saya bagi 2 untuk biaya yang sekiranya tergabung, contohnya seperti Uber*

Total sementara : Rp 118.000

*19 AGUSTUS 2017*
Di luar dugaan, ternyata bis sampai di Terminal Giwangan pukul 05.00 wib. Padahal, perkiraan kami bis akan sampai setidaknya pukul 7 atau 8 pagi. Dan akhirnya kami pun bingung mau kemana pada waktu itu karena masih pagi sekali. Lalu kami memutuskan untuk jalan-jalan keluar mencari informasi dan kepastian kemana kami akan melangkah selanjutnya. Rencana awal kami akan pergi ke Candi Prambanan, tapi karena masih pagi banget , jadi menunggu sampai jam 06.00 wib, ya setidaknya mengulur waktu agar bisa sampai Candi Prambanan tidak terlalu pagi. 
Jam 6 tepat kami pergi ke Candi Prambanan menggunakan TransJogja dengan jalur 3A lalu dilanjutkan ke jalur 1A, menunggu 13 menit sampai bis jalur 3A sampai. Pukul 06.30 wib kami sampai halte untuk melanjutkan naik bis dengan jalur 1A. Butuh waktu sekitar 8 menit, kami akhirnya naik bis tersebut. Yang mengejutkan adalah, harga tiket TransJogja ini murah sekali. Cukup Rp 3.500 saja. :D cocok banget buat yang pengen liburan ala backpacker-an ke Jogja :D . Dan tidak perlu mengeluarkan uang lagi meskipun oper bis, jadi cukup membayar sekali di awal berangkat. Enak banget kan hehehe.
Tempat duduk untuk wanita hamil dan lansia

Bagian dalam Trans Jogja

Turun dari Terminal Kalasan yang dekat dengan Candi Prambanan, karena kami menyewa motor sehari sebelum ke Jogja, jadi hanya kebagian motor yang tersedia pada hari Sabtu, pukul 18.00. Akhirnya, kami harus jalan kaki kurang lebih 1 km untuk sampai pintu masuk Candi Prambanan. Kalau dihitung-hitung seperti mengitari setengah komplek Candi Prambanan :D cukup menyehatkan hehehe. Sampai di Candi Prambanan pukul 07.30 wib, disana terdapat dua tempat tiket masuk yaitu yang pertama untuk tiket yang hanya ke Candi Prambanan saja dengan biaya sebesar Rp 40.000 rupiah/orang, yang kedua untuk tiket paket dengan tujuan Candi Prambanan serta Kraton Ratu Boko dengan biaya sebesar Rp 75.000/orang. Kami memilih yang kedua, karena sayang sekali kalau harus melewatkan tempat wisata dan bersejarah begitu saja. Tempat pembelian tiket paket dibuka pada pukul 08.15 wib, jadi kamu harus menunggu lagi sekitar 45 menit :D . Menunggu lagi... menunggu lagi.

Sungguh usaha kami sangatlah tidak sia-sia, karena ketika masuk di kawasan Candi Prambanan, kami disuguhi dengan view nya yang sangat menakjubkan. Dalam hati saya tertegun, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki disini dan melihat secara langsung Candi Prambanan ini. Benar-benar puas, kami mengitari seluruh kawasan di Candi Prambanan, untuk melihat lebih dekat dan tak lupa juga mengabadikan momen yang tidak terlupakan ini.

Candi Prambanan. Sungguh menakjubkan. Tidak mengecewakan

Setelah selesai menikmati keindahan Candi Prambanan, kami menuju tempat pemberhentian Shuttle  Car yang akan mengantarkan kami ke Kraton Ratu Boko. Sayangnya, sesampainya di Kraton Ratu Boko, kami banyak kehilangan energi, ditambah lagi cuaca yang cukup terik, dan harus naik tangga untuk bisa sampai puncaknya, dan harus membawa barang bawaan yang cukup banyak. Setelah puas "naik-turun" tangga :D, kami kembali ke mobil wisata dan kembali ke kawasan Candi Prambanan.

Candi Prambanan lebih dekat

Waktu menunjukkan jam 11.00 wib dan perut kami tidak bisa diajak kompromi :D , beruntungnya di depan kawasan Candi Prambanan, ada warung yang menjual beberapa hidangan. Sontak saja kami langsung bersemangat menghampirinya.  Saya memesan soto bakso dan segelas es jeruk, awalnya nggak paham maksudnya ini apa, soto campur bakso? Ternyata ini soto lalu ditambah dengan pentol hehehehe. Recommended buat yang lapar sehabis mengitari Candi Prambanan, dan pengin makan tapi nggak jauh-jauh, serta dengan harga yang cukup terjangkau.

Ini tempat makannya. Terletak di depan kawasan Candi Prambanan


Alhamdulillah setelah perut kami terisi, kami melanjutkan perjalanan ke tempat penginapan. Padahal, rencana awal akan melanjutkan ke tempat wisata selanjutnya, tapi  karena kami sudah benar-benar lelah, akhirnya kami memutuskan untuk menuju tempat penginapan. Untuk bisa sampai kesana, kami oper 3 kali TransJogja, pertama dari Terminal Kalasan dengan jalur 1A tujuan Malioboro, dilanjutkan ke jalur 3B Ngabean, selanjutnya jalur 6B tujuan Jln. PGRI.

Kami hanya naik TransJogja sampai Terminal Ngabean saja, karena sudah tidak tahan lagi menunggu bis yang lama datangnya, keadaan kami yang tidak memungkinkan untuk menunggu terlalu lama juga :D, akhirnya kami menggunakan jasa transportasi online lagi hehehe, kami menggunakan Uber. Cukup terjangkau, karena ternyata jarak antara Terminal Ngabean ke tempat penginapan kami tidak terlalu jauh. Kami sampai tempat penginapan kurang lebih pukul 14.30 wib, langsung check in dan istirahat sembari menunggu motor sewa-an kami datang.  Kami menginap di Seroja Kostel Sonopakis, di Jln. PGRI II, Sonopakis, Bantul. Biayanya cukup terjangkau. Dengan fasilitas kamar maksimal untuk dua orang, wifi gratis, tempat parkir, air panas, tanpa sarapan. Ya, kami rasa fasilitas yang diberikan sudah cukup baik dengan biaya tersebut. (rincian biaya aku taruh di bawah ya)


Seroja Kostel Sonopakis


Pukul 17.00 wib, motor sewa-an kami datang. Beruntungnya, pengantar motornya baik karena kami nggak perlu menunggu terlalu lama lagi hehehe :D . Biaya yang kami keluarkan untuk sewa motor ini sebesar Rp 140.000 . Iya, mahal banget :((( karena bertepatan dengan hari libur panjang, hampir persewaan motor menaikkan tarif sewanya. Tapi kalau kalian booking jauh sebelum hari H, harganya bisa sedikit lebih murah, atau berada di tarif normal. Tapi kurang tahu juga, saya hanya menebak :D. Saya sewa motor ini di jogjamotor.com , silahkan kalau ada yang mau sewa motor sewaktu di Jogja, bisa sewa disana. Adminnya baik dan ramah, padahal saya suka nanya mulu :D . Fasilitasnya sudah termasuk 2 helm, serta jas hujan. Motor juga diantar dan diambil sesuai dengan ketentuan pihak rental motor. Tapi biasanya, mereka  sanggup untuk mengantar atau mengambil di daerah mana saja di Jogja :D. Lebih jelasnya sih, kalian bisa cek webnya dan tanya ke narahubung yang tertera disana.

Kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Malioboro pada jam 18.00 wib. Karena kami sangat yakin bahwa malam itu kami akan hunting berbagai macam barang dan oleh-oleh di Malioboro, maka kami berhenti untuk makan malam terlebih dahulu di daerah tersebut. Tidak afdol kalau ke Jogja tidak makan gudeg :D , jadi kami memesan Gudeg, dan teh panas.

Ke Jogja wajib makan Gudeg :D


Let's continue the journey....

Kami berjalan dari ujung jalan ke ujung yang lain, membeli sesuatu yang sedang kami cari. Satu per-satu sudah ditemukan, tak lupa juga kami berfoto di depan tulisan Jl. Malioboro, dan kami harus mengantri karena memang banyak sekali yang ingin berfoto disana. Hingga waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, kami kembali ke tempat penginapan lalu istirahat untuk melanjutkan kegiatan esok harinya.

 Biaya yang dikeluarkan:
     TransJogja (pagi) Rp 3.500/orang
     Tiket masuk paket Candi Prambanan & Kraton Ratu Boko Rp 75.000/orang
     Makan siang (soto bakso Rp 13.000, es jeruk Rp 3.000, kerupuk Rp 1.000)  Rp 17.000
     TransJogja (siang) Rp 3.500/orang
     Uber Rp 10.000: 2 = Rp 5.000/orang
     Tempat penginapan Rp 147.300 : 2 = Rp 73.650 ~ Rp 74.000/orang (Pesan lewat traveloka.com)
   Sewa motor Rp  140.000 : 2 = Rp 70.000/Orang (Pesan sebelum berangkat, saran saya jauh hari harus sudah pesan biar tidak kehabisan, apalagi di hari libur pasti banyak sekali peminatnya)
     Parkir motor di Malioboro Rp 2.000
     Makan malam (Gudeg Rp 35.000 *ini mahal banget :D*,  teh panas Rp 6.000)   Rp 41.000/orang

Total sementara : Rp 291.000


*20 AGUSTUS 2017*

 Waktu berjalan terlalu cepat, karena tidak terasa ini adalah hari terakhir kami menikmati udara di Jogja. Pagi itu, pukul 06.00 wib kami bergegas menuju Alun-Alun Kidul untuk menikmati hari terakhir di Jogja serta sarapan disana. Pagi hari di Jogja bener-bener berkesan banget, udaranya segar, terus ditambah lalu lintas juga tidak terlalu padat, dan satu lagi, kalian bakal jarang banget mendengar ada klakson kendaraan difungsikan. Sepertinya klakson tidak berfungsi di Jogja :D, meskipun macet, para pengendara disini kebanyakan mayoritas tertib, kecuali Transjogja karena memang dikejar waktu agar penumpang segera sampai hehe.

Maksud kami pagi itu pengin CFD-an bahasa gaulnya (Car Free Day)  di Alun-Alun Kidul, jadi kami berjalan mengelilingi Alkid sembari memilih menu apa yang cocok untuk sarapan pagi itu. Dan akhirnya kami memilih nasi kuning dan teh hangat. Kami kembali ke tempat penginapan kurang lebih pukul 06.30 WIB. Sampai disana kami langsung bergegas mandi, serta mempersiapkan semua keperluan untuk pulang ke Sidoarjo. Tapi, sebelum itu kami terlebih dahulu pergi ke beberapa tempat wisata di Jogja.

Pukul 09.00 WIB, kami pergi ke Situs Taman Sari, terdapat beberapa kolam dengan air berwarna hijau yang membuat para pengunjung langsung ingin berfoto di spot-spot yang bagus di Taman Sari.
Pintu Masuk Situs Tamansari




Bagian Dalam Tamansari
                         
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Jogja. Banyak hal dari Jogja yang dapat kita pelajari di Kraton ini, dari sejarahnya, ataupun tempat-tempat yang bersejarah di dalamnya.




Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 wib, kami menuju pusat pembelian oleh-oleh di Jogja, dan cukup memakan waktu, karena disana kami tidak tahu jalan, jadi hanya bermodalkan Google Maps , hehe. Alhasil kami sampai di tempat tersebut dengan waktu yang cukup lama.


Ini kejadian yang entah bisa dibilang lucu, tapi sepertinya tidak :D , lebih ke melelahkan dan cukup menguras tenaga kami. Siang itu sekitar jam 12.00 wib, kami pergi ke MALIOBORO (lagi) haha. Kenapa coba kami kembali kesana lagi? Padahal jam check out  kami harusnya pada jam 12.00 wib. Karena ada sesuatu yang tertinggal, yang belum sempat terbeli pada malam hari ketika kami ke Malioboro. Sungguh, hari itu kami benar-benar dikejar waktu.

Kami kembali ke tempat penginapan dan sampai pada pukul 13.25 wib, nah sudah terbayang apa yang terjadi pada kami ? Kami benar-benar terburu-buru karena jam keberangkatan kereta pukul 14.35, dan ternyata sangat di luar dugaan, barang bawaan kami semakin banyak, dan bingung harus untuk packing-nya. Kami check out dari tempat penginapan, dan kena charge karena overtime, hehe ya jelaslah.

Seroja Kostel Sonopakis

Seroja Kostel Sonopakis


Pukul 13.45 wib kami berangkat menuju Stasiun Lempuyangan, yang berdasarkan Google Maps membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dari tempat penginapan kami.  Seketika itu , langsung tancap gas, meskipun barang bawaan kami cukup banyak, karena dikejar oleh waktu dan takut kalau kami akan tertinggal kereta. Akhirnya kami sampai pukul 14.06 wib, saat itu jalan di depan Stasiun Lempuyangan sangat macet, dan full dengan mobil, sampai kami bingung harus parkir dimana dan agar yang bertugas mengambil motor sewa-an kami dapat dengan mudah dan cepat menemukan kami.  Dalam waktu yang mepet tersebut, kami benar-benar dalam keadaan lelah, ingin marah, takut, bercampur menjadi satu :D .

Saya langsung bergegas masuk dan mencetak e-ticket saya yang sudah saya terima dari Traveloka untuk selanjutnya dicetak di bagian Pencetakan E-Ticket. Alhamdulillah, kami tidak sampai ketinggalan kereta, sewaktu selesai cetak tiket dan masuk ke bagian pengecekan tiket, kami hanya menunggu beberapa menit hingga kereta tiba.  Saat itu kami menggunakan Kereta Api Pasundan (Jogja-Surabaya). Dan ini pengalaman saya naik kereta api setelah lebih dari 10 tahun tidak naik transportasi ini (norak banget ya) :D.

Kami sampai Stasiun Wonokromo pukul 21.30 wib. Dan melanjutkan perjalanan pulang menggunakan bemo/angkot, untuk sampai di Aloha, lalu kami dijemput oleh ayah kami. :D

Biaya yang dikeluarkan:
     Sarapan (Nasi kuning + teh hangat) Rp 18.500/orang
     Tiket masuk Situs TamanSari Rp 5.000/orang 
     Tiket masuk Kraton Yogyakarta  Rp 5.000/orang
     Charge tempat penginapan   Rp 25.000 : 2 = Rp 12.500/orang
     Tiket kereta api = Rp 94.000/orang (Pesan lewat traveloka.com)
     Camilan + Air putih (sewaktu di kereta api, hehe)  Rp 15.000
     Bemo/Angkot Rp  5.000/orang
   

Total sementara : Rp 155.000

Total semuanya = Rp 118.000 + Rp 291.000 + Rp 155.000 = Rp 564.000

Cukup terjangkau dengan pengeluaran sebesar Rp 564.000, kalian bisa jalan-jalan ke Jogja berdasarkan kemauan kalian sendiri. Biaya tersebut adalah biaya garis besar yang dikeluarkan, belum termasuk parkir, biaya ke toilet, dan semacamnya :D.


Pengalaman liburan kali ini sungguh sangat berkesan bagi saya, dan tidak sia-sia karena akhirnya saya bisa pergi ke Jogja, dan keinginan kami (saya dan teman) untuk liburan ke Jogja tercapai. Dan pemilihan tempat liburan kali ini juga sangat cocok, karena Jogja adalah kota yang ramah, dengan bermacam macam tempat wisata, lalu atmosfer disana juga berbeda, jadi terasa kurang kalau menghabiskan waktu disana hanya beberapa hari saja. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali ke Jogja, ataupun menjelajahi kota-kota lain yang ada di Indonesia.




PS: Saya mencantumkan pengeluaran selama di Jogja untuk referensi teman-teman ya, barangkali ada yang membutuhkan atau penasaran, kira-kira berapa sih budget yang dibutuhkan untuk pergi ke Jogja dengan keinginan kita sendiri, maksudnya terserah kita mau pergi ke tempat mana saja. Bukan ada maksud yang tidak baik. Yang positif diambil, yang negatif dibuang. hihi.
Semoga bermanfaat ^^

5.7.17

Saudara Tapi Tak Sedarah

5.7.17 Posted by Agnes Devita , , , , 16 comments
Pernah nggak kalian menganggap teman-teman dekat kalian seperti saudara?
Mungkin awalnya nggak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa mereka hadir di hidup kita dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Mereka tau kebiasaan, makanan atau minuman favorit, bahkan aib-aib kita pun mereka tau, sudah seperti keluarga :) .
 Salah satu kebahagiaan tersendiri karena mereka tercipta untuk ditakdirkan menjadi teman baik yang selalu mensupport, menasihati, mengerti, dan memahami apapun keadaan kita. Saya ingin sedikit menceritakan bagaimana saya bisa bertemu dengan mereka, para pejuang yang hebat dan tangguh, salah satu bagian dari saudara tapi tak sedarah di hidup saya. 
(Mei akhir di tahun 2015)
Salah seorang teman saya sewaktu SMK menawarkan sebuah kesempatan yang berharga untuk dilewatkan, yaitu menjadi salah satu bagian dari keluarga Kampoeng Sinaoe (KS).Awal-awal di KS saya merasa nggak kenal siapa-siapa (yaiyalah), selain dua orang. Yaitu, teman saya dan guru saya (Founder KS). Disana saya membantu untuk mengurus administrasi, dan beruntungnya , saya juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan belajar disana. Padahal, dulu waktu jaman SMK saya memang pengin banget belajar disana, tapi memang niatnya belum 100% hehe, nggak ada teman untuk pergi kesana karena memang jaraknya cukup jauh dari rumah. 
Di Kampoeng Sinaoe, saya melewati momen-momen yang bisa dibilang priceless. Apalagi kegiatan rutinan seperti Belajar ke tempat-tempat bersejarah, liburan sambil belajar di alam bebas, dan kegiatan kerohanian (ini favorit dan selalu saya tunggu tiap tahunnya), yaitu di bulan Ramadhan ada kegiatan Maleman di Malam Lailatul Qodar, dan Halal bi Halal pada hari raya Idulfitri .
Salah satu momen menarik di tahun ini bersama KS adalah Halal bi Halal, ya, ini menjadi pertama kali Halal bi Halal bersama mereka. Dan sekali lagi, ini menjadi agenda favorit di KS yang saya tunggu. Pada tahun itu Idulfitri jatuh pada bulan Juli, saya bergabung pada Mei akhir.  Bagi saya, itu waktu yang sangat singkat untuk mengenal mereka satu persatu dan menjadi akrab setelahnya. Jadilah di hari itu, hari yang nggak pernah kebayang, Halal bi Halal bersama orang-orang yang belum akrab, bahkan mau ngobrol pun bingung karena belum  tau alur cerita mereka. (alasan aja emang) :D. Akhirnya, sampai tujuan rumah terakhir kita bersilaturahmi, saya dapat cair bersama suasana yang ada (ngelakuinnnya agak berat) hehe.
 
with KS 2015
Halal bi Halal with KS tahun 2015. Coba tebak saya yang mana?
Clue: yang paling polos xD


(2016)
Alhamdulillah tahun ini, saya belajar tentang banyak hal. Dari yang namanya sopan santun, bersikap jujur,bertanggung jawab dalam melakukan hal, mandiri, ketangguhan serta istiqomah (terus menerus tanpa putus) dalam belajar. Beberapa hal tersebut ada di diri mereka, yang awalnya ditularkan dari dua orang yang kompak, sepasang suami istri yang berani “melawan arus” dan menurut saya sangat antimainstream. Hehe. Mereka (red: saudara KS) memberi banyak pelajaran tentang bagaimana menjalin hubungan sosial yang baik, terutama tentang kehidupan. Apalagi yang namanya “tangguh”, ini bener-bener di luar dugaan saya, karena selama di KS, saya belajar dari jam 8 sampai 10 malam. :D hehehe. Bukan main kan, ini pengalaman yang seru dan menegangkan karena dengan jarak dari KS ke rumah membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit (kalau pulang) karena nggak macet, kalau berangkat bisa memakan waktu kurang lebih 45 menit. :D

Jika tahun kemarin saya masih malu-malu, hehe. Tahun 2016 ini saya senang bisa membaur dengan mereka, apalagi dikelilingi orang-orang dengan usia yang berbeda-beda pula. Disini, saya jadi punya mbak dan mas (panggilan untuk perempuan dan laki-laki yang lebih tua dalam bahasa jawa), dan tidak lupa juga bertambah pula adik-adik saya, karena saya masuk di kelas yang mayoritas mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA, sedangkan saya dan salah satu teman (ini berbeda dengan teman yang menawarkan saya di KS pertama kali) adalah yang paling “tua”.

Karena sudah bisa nyambung dengan mereka, Halal bi Halal yang kedua semakin seru, apalagi kali ini bertepatan dengan tanggal lahir saya, dan yang menghadiri juga lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Halal bi Halal with KS tahun 2016. Tebak lagi saya yang mana?
Sudah mulai kelihatan sifat aslinya xD


(2017)
Tahun ketiga bersama “saudara tak sedarah” saya kali ini tak kalah berkesan. Makin erat persaudaraannya, makin banyak hal-hal yang sudah dilewatkan bersama, makin 
“gila” juga (dalam hal baik). Hehe.

Ternyata, sudah lebih dari tiga tahun berada di KS, sebenarnya terasa masih sebentar, apalagi melihat kakak-kakak alumni yang “berjuang” lebih lama daripada saya, kalau dilihat ya saya masih secuil menghabiskan waktu disini. Karena memang suasanya yang tidak biasa, bisa didapatkan di KS ini.
Dengan berbagai agenda yang bermanfaat, saya bisa mengikuti bermacam-macam event dan bisa bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi. Baru-baru ini saya ikut berpartisipasi dalam acara sahur bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, benar-benar sesuatu yang mengesankan untuk saya.

Tepat kali ketiga saya mengikuti Halal bi Halal bersama mereka, dan Alhamdulillah sekali makin banyak dari sebelumnya.
 
Halal bi Halal with KS tahun 2017. Tuh makin rame kan :)
coba tebak lagi saya yang mana? hehe

 Terimakasih untuk setiap memori yang pernah kalian berikan kepada saya, untuk Bapak dan Ibu yang sudah memberikan banyak sekali kesempatan untuk saya. Tempat ini sangat “bersejarah” bagi saya pribadi.

Kalian terlalu banyak, jadi agak susah untuk menyebutkan. hehehe.  Intinya, terimakasih semuanya <3.


PS: Kalian juga punya saudara tak sedarah juga? Yuk share cerita kamu di kolom komentar? :)

30.12.15

Dream Catcher

30.12.15 Posted by Agnes Devita No comments
     Apapun yang datang, nanti akan ada saatnya untuk pergi. Semua di dunia ini bersifat sementara, entah harta, seseorang, benda berharga, waktu, bahkan tahun. Karena, sesuatu menjadi lebih berharga dan terasa sangat berarti ketika itu sudah tiada dan meninggalkan kita. Kalian merasa nggak sih kalau khususnya tahun ini berjalan begitu cepat? Kalau saya merasakannya, atau memang tahun tahun sebelumnya begitu ya. hehe. 

     Di tahun ini rasanya banyak sesuatu yang mengejutkan dari -Nya, tak henti hentinya mengalir dan menghantam untuk membuat diri saya lebih kuat dan kuat lagi. Saya tahu bahwa masih banyak yang jauh lebih kuat daripada saya dalam menghadapi ujian dan masalah hidup yang keras  ini.

     Tapi, untuk kali ini saya tidak akan membahas tentang masalah, cobaan atau hal hal yang menyedihkan. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa manusia tidak bisa terlepas dari masalah, Namun jangan khawatir karena kita punya Yang Maha Pelindung dan Yang Maha Penyayang, Tuhan Yang Maha Esa :)

    Hidup terasa lebih indah apabila kita sering bersyukur, dalam keadaan apapun. Bahagia karena diberi hadiah, sedih karena tertimpa musibah, kecewa karena ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, atau jengkel karena susah move on dari dia,.  Iya, memang SUSAH, sungguh susah. Tapi, tidak ada salahnya untuk mencoba, karena bersyukur itu wajib lho guys, meski sering terlupa, mulai dari sekarang yuk coba bersyukur. Bersyukur itu tanda terima kasih kita kepada Tuhan atas segala rezeki, hidup dan nikmat yang sudah diberikan kepada kita. 

     Kalau boleh tau, apa mimpi kalian? Sudah tercapaikah mimpi kalian di tahun ini?
Selamat ya jika mimpimu telah tercapai, semoga selalu bahagia dan tidak lupa bersyukur, terus kejarlah mimpi-mimpi yang lain ya.
Untuk yang belum tercapai seperti saya ini (hehe), ayo raih terus, semangat dan pantang menyerah untuk mendapatkan itu. Mungkin saat ini belum waktunya, tapi ketahuilah bahwa segala usaha yang telah dilakukan, tidak akan menemui kesia-siaan. Percayalah. Genggam mimpimu, bersungguh-sungguh, berdo'a kepada-Nya, dan suatu saat itu akan terjadi. PASTI. Dan satu hal, SABAR.

       Ya, sabar. Kata yang sering diucapkan di dalam hati namun terkadang meski sudah diniati, susah untuk dijalani. Wah, karena para pemimpi adalah seorang yang pantang menyerah, semua harus dijalani dengan sabar. Semua akan terjadi pada waktunya. Proses membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan Tuhan tidak akan pernah mengingkari janji-Nya, menggenggam do'a kita yang nantinya akan dilepas pada waktu yang tepat. Karena sukses adalah untuk orang orang yang telah melewati berbagai rintangan, perjuangan dan air mata. 
       
       Satu per satu mimpi itu akan tercapai, dekat dan hanya sejarak 1 jengkal dengan dahi kita (Insp. 5cm). Jatuh bangun yang sudah sangat sering terjadi membuat seseorang menjadi lebih tangguh, dewasa dan bijaksana untuk menghadapi pertarungan hidup ini.

     Irilah kepada mereka yang sudah mencapai mimpinya, bukan maksud iri dan menjadi musuh ataupun tidak suka dengan mereka. Tapi, irilah untuk menjadi motivasi agar bagaimana bisa mimpi mimpi kalian (Red: termasuk saya) bisa tercapai. Belajar dengan sungguh sungguh, tetap rendah hati, dan baik meski orang nggak memperlakukan atau membalas kebaikan kita .

     Seperti saya, yang sekarang (belum) kuliah seperti teman-teman yang beruntung bisa masuk di perguruan tinggi dan swasta, tapi saya tetap bersyukur karena selepas mengemban (red: sekolah) di sebuah sekolah menengah kejuruan, saya melanjutkan hidup saya (hehe) dengan bekerja. Minimal saya tidak minta uang untuk jajan atau kebutuhan saya yang lain kepada orang tua, itu sudah membuat saya lega. Lebih lagi kalau nantinya saya bisa memberi mereka lebih dari jerih payah saya. Dan salah satu mimpi saya adalah membahagiakan keluarga, terutama bapak dan ibu, yang sudah mendidik saya selama ini dengan melanjutkan studi ke perguruan tinggi tanpa membebani mereka. Lantas mimpi tak terhenti, namun harus berusaha lebih keras lagi, dan do'a terus menerus tanpa henti.

       Kalau kata guru saya, "Mintalah yang terbaik pada-Nya." Karena ketika manusia berharap dan berdo'a kepada-Nya, Dia tidak akan mengecewakan kita. Ketika harapan kita tidak terjadi, maka Alloh swt akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Pic From: aaigharzahra.files.wordpress.com


       Jangan berhenti untuk bermimpi dan berusaha ya guys. Jatuh bangun itu biasa, kebahagiaan sudah menunggu kita disana :)

        Ayo, kalian punya cerita apa nih tentang mimpi kalian? bisa share disini. Barangkali bisa jadi motivasi dan semangat untuk yang lain.


PS: Anyway, karena dua hari lagi sudah menginjak tahun baru 2016, ayo kita sama sama meraih mimpi untuk masa depan yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain. Jadi saya mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU sekarang saja :D

        

19.2.15

The differences of cost and expense (Biaya dan Beban)

19.2.15 Posted by Agnes Devita , 3 comments

Terkadang banyak yang menyebut dua akun ini adalah akun yang sejenis, maksudnya beban = biaya, dan begitu juga sebaliknya. Namun ternyata tidak. Beban dan biaya mempunyai perbedaan, selain perbedaan dari penulisan kata, ternyata beban dan biaya mempunyai perbedaan masing masing meskipun dalam kamus bahasa inggris arti cost dan expense itu sama dengan biaya. Untuk lebih jelasnya saya gambarkan pada tabel berikut ini:


THE DIFFERENCES OF COST AND EXPENSE 
  ditinjau dari 
 cost (biaya)  
 EXPENSE(beban)  


 Pengertian
 Biaya merupakan pengorbanan 
ekonomis yang dikeluarkan 
demi aktiva atau pengorbanan demi 
suatu manfaat tertentu.
Biaya sendiri dikategorikan 
dalam aktiva 
Beban merupakan penurunan 
manfaat ekonomi yaitu berbentuk 
kas keluar atau aktiva berkurang. 
Beban dikategorikan sebagai 
pengeluaran/kewajiban.

 Posisi di 
Laporan 
 Keuangan
 Terletak di neraca
(biasanya berupa biaya yang 
belum terpakai dan dianggap 
mampu memberi manfaat 
sehingga dianggap aktiva)

Contoh: Sewa dibayar di muka
 Terletak di laporan laba rugi
(pengeluaran yang sudah terpakai 
dan dianggap tidak memberi 
manfaat di masa yang 
akan datang)

Contoh : Beban Sewa
 Jumlah 
yang 
dikeluarkan
Jumlah yang dikeluarkan 
dalam rupiah relatif besar 
Jumlah yang dikeluarkan 
dalam rupiah relatif kecil
 Periode 
Akuntansi
 Lebih dari satu tahun
Termasuk dalam akun 
Capital Expenditure 
(Pengeluaran Modal)
Kurang dari satu tahun
Termasuk dalam akun 
Revenue Expenditure
(Pengeluaran Pendapatan)


CONTOH KASUS
 Pada tanggal 1 Oktober 2012 Ny. Linda membayar uang sewa tempat salon "beauty salon" sebesar Rp 3.000.000 untuk satu tahun.

 Berdasarkan contoh kasus di atas, maka bisa dinyatakan bahwa :
  • Pengeluaran pada tanggal 1 Oktober 2012 sebesar Rp 3.000.000 termasuk pengeluaran , diperlakukan sebagai biaya.
    Alasan : karena pengeluaran tersebut dipergunakan untuk mendapatkan suatu manfaat (aktiva), yang berupa hak untuk menggunakan tempat tersebut selama 1 tahun 
Akun yang dibuat pada tanggal 1 Oktober 2012
     Sewa dibayar di muka              Rp 3.000.000
                  Kas                                       Rp 3.000.000

  • Beberapa bulan berjalan, maka sebagaian masa pakai tempat tersebut berkurang dan setiap pengurangan masa pakai gudang diperlakukan/diakui sebagai beban. Sehingga pada tanggal 31 Desember 2012 setelah 3 bulan berjalan, dihitung dari bulan oktober sampai desember, diperlakukan sebagai beban sebesar Rp 750.000
Akun yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2012
     Beban sewa                                Rp 750.000
                  Sewa dibayar di muka               Rp 750.000


Semoga bermanfaat dan bisa memahami tentang perbedaan antara biaya dan beban ☺

sumber : dari berbagai artikel tentang bahasan yang terkait, di google

14.2.15

Seputar Neraca Lajur (Worksheet)

14.2.15 Posted by Agnes Devita , 7 comments
Dilihat dari judulnya saja sudah berat banget gitu ya, "Neraca Lajur". Pada post kali ini, saya akan membahas mengenai "Neraca Lajur"

Neraca lajur itu apa ?
Lalu, tujuan pembuatan neraca lajur pada akuntansi untuk apa ?

Bagaimana langkah - langkah untuk membuat neraca lajur ?

Alright, langsung saja
 
Yang dimaksud dengan neraca lajur adalah, sebuah kertas kerja yang mempunyai beberapa kolom/ berlajur lajur (10 sampai 12 kolom)


Format Neraca Lajur

Tujuan pembuatan neraca lajur 
  1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan
  2. Menggolongkan dan meringkas informasi-informasi dari neraca saldo dan semua data, penyesuaian yang akan disiapkan  untuk keperluan penyusunan laporan keuangan yang formal
  3. memudahkan untuk menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian

Langkah langkah penyusunan neraca lajur 
Diharapkan teman teman fokus dengan tahap tahap yang ada


1. Tahap Persiapan  
Yang perlu dipersiapkan pertama tama dalam pembuatan neraca lajur adalah tiada lain tiada bukan adalah lembar kertas/ neraca lajur yang telah diberi berbagai kolom (dari kolom nomor akun sampai neraca)
Yang kedua, Neraca saldo yang seimbang (balance)
Yang ketiga, data penyesuaian

2. Pemberian Judul
Susunannya:
Nama Perusahaan
Jurnal Penyesuaian
Tanggal penyusunan neraca lajur (dd-mm-yy)

3. Isi kolom nomor akun dan nama akun sesuai dengan buku besar yang ada

4. Pengisian Kolom Neraca Saldo
Isi nominal pada kolom neraca saldo berdasarkan saldo akun buku besar (jumlah antara debet dan kredit harus sama)
Kalau tidak sama silahkan di cek kembali dengan kepala dingin ya xD

Note: Apabila pada saat mengerjakan soal sudah tersedia neraca saldo, maka pada saat pembuatan neraca lajur, yang dicantumkan/diisi adalah neraca saldo pada soal.



5. Isi kolom jurnal penyesuaian berdasarkan data penyesuaian yang telah disusun sebelumnya (jumlah antara debet dan kredit harus sama)

6. Pengisian Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
1. Jika kolom neraca saldo terisi dan kolom penyesuaian tidak    terisi, maka angka NSSP berasal dari angka kolom neraca saldo.

2. Jika kolom neraca saldo tidak terisi dan kolom penyesuaian terisi, maka angka NSSP berasal dari angka kolom jurnal penyesuaian.


3. Jika kolom neraca saldo terisi dan kolom penyesuaian terisi maka :
    • Jika nominal pada neraca saldo di kolom debet dan nominal penyesuaian di kolom debet, maka angka pada NSSP merupakan penjumlahan dari nominal tersebut dan diletakkan di kolom debet.


    • Jika nominal pada neraca saldo di kolom debet dan nominal penyesuaian di kolom kredit, maka angka pada NSSP merupakan selisih dari nominal tersebut dan diletakkan di kolom debet.
 
    • Jika nominal pada neraca saldo di kolom kredit dan nominal di penyesuaian di kolom kredit, maka nominal pada NSSP merupakan penjumlahan dari nominal tersebut, dan diletakkan di kolom kredit.

    •  Jika nominal neraca saldo di kolom kredit dan nominal pada penyesuaian di kolom debet, maka nominal NSSP merupakan selisih dari nominal tersebut dan diletakkan di kolom kredit

7. Pengisian Kolom Laba Rugi
Pindahkan akun nominal (pendapatan dan beban) pada NSSP ke kolom laba rugi 

8. Pengisian Kolom Neraca
Pindahkan akun riil (harta, utang, modal (termasuk akun prive dan akumulasi penyusutan)) pada NSSP ke kolom neraca

9. Memindahkan Nominal NSSP ke Kolom Laba Rugi dan Neraca
   Laba Rugi
Jumlahkan kolom laba rugi, lalu tulis selisih pada jumlah yang lebih kecil sehingga nanti antara jumlah debet dan kredit sama, dengan ketentuan :
    • Jika debet lebih besar dari kredit, maka selisih tersebut adalah rugi bersih dan diletakkan di kolom kredit 
    • Jika debet lebih kecil dari kredit, maka selisih tersebut adalah laba bersih, dan diletakkan di kolom debet
   Neraca
Jumlahkan kolom neraca, lalu tulis selisih pada jumlah yang lebih kecil sehingga nanti antara jumlah debet dan kredit sama.besar selisih antara debet dan kredit pada kolom neraca harus sama dengan jumlah selisih debet dan kredit pada kolom laba rugi



silahkan zoom out


 Semoga bermanfaat kalian yang sedang belajar dalam penyusunan neraca lajur. Terimakasih ☺